Idul Fitri 2020

MUI Kabupaten Bandung Barat Beri Izin Shalat Idulfitri Berjamaah, Tapi Harus Patuhi Hal Ini

Syarat pelaksanaanya tetap harus menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

Ilustrasi pria melakukan salat
shalat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, NGAMPRAH - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mempersilakan masyarakat untuk melaksanakan shalat Idulfitri berjamaah, baik di masjid maupun di lapangan.

Namun, untuk syarat pelaksanaanya tetap harus menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

Bacaan Doa Setelah Shalat Tarawih dan Shalat Witir, Dilengkapi Latin dan Arti Doa Kamilin

Ketua MUI KBB, Muhammad Ridwan, mengatakan, selain harus menerapkan protokol kesehatan, shalat Idulfitri juga hanya dibatasi untuk 50 orang saja.

"Pelaksanaan shalat Idulfitri berjamaah bisa dilakukan di lapangan terbuka maupun masjid yang berukuran besar," ujarnya saat dihubungi, Rabu (20/5/2020).

Terkait dalam menerapkan protokol kesehatan, pihaknya menyarankan untuk menjaga jarak, menggunakan masker, memakai Handsanitizer dan untuk tidak bersalaman seusai sholat.

INI Tips Agar Ketupat Lebaran Tidak Cepat Basi, Cukup Lakukan 3 Langkah Ini

Hanya, saja kata dia, pelaksanaan salat Idulfitri itu hanya diperbolehkan untuk wilayah yang tidak diberlakukan PSBB dan wilayahnya masuk zona aman.

"Tapi baik di masjid yang berukuran besar maupun lapangan yang luas, pelaksanaan sholat Idulfitri tidak boleh lebih dari 50 orang," kata Muhammad

Terkait hal ini, pihaknya dalam waktu dekat akan segera mengeluarkan surat edaran terkait keputusan pelakaanaan shalat Idulfitri berjamaah ini.

Sementara terkait teknis pengawasan di lapangan, Ridwan mengatakan, hal tersebut diserahkan kepada panitia pelaksana setempat.

"Nanti kita berkoordinasi dengan pihak kecamatan, desa, RW, terkait pelaksanaannya," ucapnya.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara, mengatakan berdasarkan hasil evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, bahwa KBB masih berada dalam zona kuning.

"Hasil evaluasi gugus tugas, kita (KBB) masih ada di zona kuning, meskipun hasil evaluasi gubernur KBB ada di zona biru," katanya, belum lama

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved