Bansos Tunai Kemensos Dipotong

BREAKING NEWS - Bansos Tunai Dipotong Aparat Desa Rp 500 Ribu, Kuwu Pabean Ilir Marah Itu Pungli

ide pemotongan itu pada awalnya berasal dari perangkat desa yang terdiri dari sekretaris desa, bendahara, kasi pemberdayaan dan para bekel.

TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Kuwu Pabean Ilir, Nasito, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2020). 

Di sana mereka memberi pilihan, hendak memilih BST senilai Rp 600 ribu atau BLT DD senilai Rp 1,8 juta.

Bantuan Rp 1,8 juta ini diketahui merupakan kalkulasi BLT DD selama 3 bulan yang dijanjikan diberikan sekaligus menjelang lebaran, KPM yang bersangkutan pun memilih nominal yang Rp 1,8 juta tersebut.

Diakui Nasito, bantuan yang diminta oleh aparat desa itu ternyata bervariatif ada yang diminta seluruhnya Rp 600 ribu dan Rp 500 ribu.

Mereka yang diminta Rp 500 ribu mendapat sisa Rp 100 ribunya sebagai ongkos transport karena sudah mengambil BST di Kantor Pos yang mana bantuan tersebut harus diambil langsung oleh KPM yang bersangkutan.

"Saya tidak tahu, tahunya hari Senin kemarin jam 3 sore karena paginya saya ada acara Gasibu dengan ibu camat dan ibu pkk, siang saya datang ke sini jam 3 pas lihat informasi seperti itu saya bilang bahaya, ini pungli," ujarnya.

Ia juga mengaku sudah menegur aparat desa yang melakukan pemintaan bantuan yang sudah diterima masyarakat.

"Saya langsung klarifikasi dan langsung kembalikan uang itu ke yang bersangkutan kemarin hari Selasa habis sahur sampai jam 7 itu tuntas semua," ujar dia. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved