Bansos Tunai Kemensos Dipotong

Beredar Video Pengakuan Warga Indramayu Dapat Bansos Tunai Tapi Dipotong Rp 500 Ribu Oleh Aparat

Dalam video berdurasi 30 detik itu menampilkan seorang pria yang berusaha menanyai perihal BST yang dipotong tersebut

Instagram/Indramayu Terkini
Tangkapan layar pengakuan warga Indramayu soal pemotongan bantuan sosial tunai dari Kemensos. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemotongan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp 500 ribu yang dilakukan oleh aparat desa dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) viral di media sosial warga Kabupaten Indramayu.

Video itu juga dibagikan oleh salah satu akun instagram Indramayu Terkini yang sudah ditonton 1.659 kali.

Diketahui kejadian tersebut terjadi di Desa Pabean Ilir, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu.

Dalam video berdurasi 30 detik itu menampilkan seorang pria yang berusaha menanyai perihal BST yang dipotong tersebut menggunakan bahasa Indramayu kepada seorang nenek-nenek sekaligus penerima bantuan.

"Kalap duite pira mi? (Dapat uang bantuannya berapa bu?)" ujar pria tersebut.

"Enam ngatus (Rp 600 ribu)," jawab nenek tersebut.

"Uwis enam ngatus, terus dipai duite pira? (Sudah dapat Rp 600 ribu, terus dikasih uangnya berapa?)" tanyanya lagi.

"Terus dijaluk lima ngatus (terus diminta Rp 500 ribu)," jawab nenek tersebut kembali.

Kania Dewi, Pemeran Intan Preman Pensiun 4 Bocorkan Adegan di Ranjang Bersama Willy, Warganet Kepo

Ruswan Latuconsina Ngotot Mau Polisikan Andre Taulany dan Rina Nose: Enggak Ada yang Hubungi Kita

Bacaan Doa Setelah Shalat Tarawih dan Shalat Witir, Dilengkapi Latin dan Arti Doa Kamilin

Pria itu juga menekankan siapa orang yang meminta bantuan tersebut, ia menanyakan apakah aparat desa setempat yang meminta lalu dibenarkan oleh nenek yang bersangkutan.

Halaman
123
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved