Virus Corona di Indramayu

Pemkab Indramayu Gandeng FK UGJ Cirebon & RSUD Waled guna Percepat Pemeriksaan Laboratorium Tes Swab

Pemerintah Kabupaten Indramayu bakal menjalin kerjasama di luar Labkesda Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat pemeriksaan laboratorium tes swab. . .

TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Kadinkes sekaligus juru bisa gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Indramayu, Deden Boni Koswara, saat ditemui di Pendopo Kabupaten Indramayu, Senin (18/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu bakal menjalin kerjasama di luar Labkesda Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat pemeriksaan laboratorium tes swab tenggorokan pasien.

//

Dalam hal ini, Pemkab Indramayu bakal mengandeng Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (FK UGJ) Cirebon dan RSUD Waled Cirebon.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, kerjasama ini dilakukan sebagai upaya dalam mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

"Untuk mempercepat pemeriksaan laboratorium kami juga akan bekerjasama di luar Labkesda Provinsi yang sudah ada di Cirebon, yaitu Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati dan juga di Rumah Sakit Waled," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (19/5/2020).

Sebelumnya Deden Bonni Koswara mengakui lambatnya hasil tes swab tenggorokan yang keluar menjadi kendala pihaknya dalam memetakan penyebaran virus corona.

Waktu yang dibutuhkan bahkan bisa mencapai 10 hari sampai dua pekan lamanya dari pengambilan swab dilakukan terhadap pasien.

Hal ini pula yang menyebabkan dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Indramayu status positif virus coronanya baru diketahui setelah pasien meninggal dunia.

"Dua pasien itu, yakni perempuan berinisial T (60) warga Kecamatan Gabuswetan dan laki-laki berinisial K (75) warga Kecamatan Karangampel," ujarnya.

Dampak lambatnya hasil tes swab keluar juga membuat beberapa pasien diperbolehkan pulang ke kediamannya walau hasil tes swab tenggorokan pasien belum keluar.

Petugas medis pun terpaksa kembali menjemput pasien agar tidak menularkan ke masyarakat sekitar.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved