Breaking News:

Pengusaha di Kuningan Dirampok

Bos Aneka Sandang Ternyata Kehilangan 5 Kg Emas & Uang Rp 1,2 M, Kapolres Kuningan Minta Pasang CCTV

Desem mengatakan benar bahwa kehilangan cincin yang sedang dikenakan salah seorang anak korban dipaksa maling

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Suasana kamar tidur pengusaha yang berantakan diacak-acak rampok. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Buntut peristiwa perampokan rumah mewah di Desa Pangkalan Kecamatan Ciawigebang, Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik meminta kepada para pemilik rumah mewah untuk memasang CCTV (closed circuit televisioan,red).

"Rumah kemarin (dibobol maling, red) memang tak ada CCTV, nihil," kata Lukman saat ditemui dalam kunjungan pengawasan jalur Kuningan kota, Selasa (19/5/2020).

Pemasangan alat pengintai, kata dia, tentu sangat membantu dalam melakukan pengamanan swakarsa di lingkungan sekitar.

"Di samping itu, kegiatan siskamling juga harus diberlakukan dan jangan lupa melakukan patroli," kata dia.

Lukman mengatakan, terkait aksi rampok kemarin, petugas telah mengumpulkan sejumlah saksi keterangan dan melakukan penyidikan."Hingga saat ini kami melakukan pendalaman terhadap kasus kemarin," kata dia.

Dalam buruan terhadap komplotan pembobol rumah mewah, Lukman menegaskan, pencarian terus dilakukan melalui tim gabungan yang telah terbentuk. "Ada anggota kami dan petugas dari Polda juga melakukan pengungkapan terhadap kasus ini," ujar Lukman.

Bacaan Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga, Dilengkapi Dengan Doa Penerima Zakat

Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih dan Doa Setelah Sholat Witir, Dilengkapi Bahasa Arab & Latin

Malam Ini Malam ke 27 Bulan Ramadhan Perbanyak Doa Lailatul Qadar Seperti Diajarkan Rasulullah SAW

Terpisah, pantauan di tempat kejadian perkara terlihat sepi dari aktivitas biasanya. "Oh, Teh Haji waktu tadi memang masih di toko," ungkap Dede Sembada yang juga adik korban pemilik rumah mewah tersebut.

Politisi sekaligus Anggota DPRD Kuningan yang akrab disapa Desem ini mengatakan, memahami atas kejadian hari sebelumnya. "Ini menjadi catatan bagi keluarga. Terutama tidak harus banyak simpan uang di rumah," ujarnya.

Alasan itu, kata dia, ini merupakan kali kedua musibah yang menimpa pengusaha aneka sandang. "Dulu waktu tahun 2011, saudara kehilangan banyak harta. Sebanyak 5 kg emas dan uang sekitar Rp 1.2 miliar," kata Desem.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved