PSBB Jabar

14 Daerah di Jabar Masuk Kategori Zona Merah, PSBB Tetap Harus Dilanjutkan

strategi yang dijalankan, termasuk penerapan PSBB parsial maupun penuh, bisa efektif menurunkan laju penyebaran dan tingkat kematian

istimewa
PSBB Bandung Raya akan diberlakukan mulai Rabu 22 April 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tingkat Provinsi Jabar yang berakhir pada Selasa (19/5) tengah malam, akan dilanjutkan dengan penyesuaian di tingkat kabupaten dan kota, dibedakan berdasarkan tingkat kewaspadaannya.

Terdapat sejumlah indikator atau variabel yang menjadi pertimbangan dalam menentukan level kewaspadaan COVID-19 di level kabupaten dan kota.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Berli Hamdani, mengatakan selain tingkat penyebaran COVID-19, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Jabar mempertimbangkan juga kajian epidemiologis tentang puncak pandemi dan kesiapan infrastruktur daerah dalam mengatasinya. Juga demikian dengan infrastruktur setelah pandemi.

"Yang kami siapkan adalah variabel untuk leveling tingkat desa atau kelurahan. Mulai dari ada tidaknya terkonfirmasi positif COVID-19, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), sampai kajian epidemiologis tentang puncak pandemi," kata Berli di Gedung Sate, Selasa (19/5).

Menurut Berli, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar merekomendasikan kepada Gugus Tugas Kabupaten/Kota untuk memastikan PSBB yang nantinya dilakukan, baik parsial maupun penuh, harus efektif menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pandemi.

"Kepastian dari Gugus Tugas Kabupaten/Kota bahwa strategi yang dijalankan, termasuk penerapan PSBB parsial maupun penuh, bisa efektif menurunkan laju penyebaran dan tingkat kematian akibat COVID-19," kata Berli.

Presiden Jokowi Tak Persoalkan Pasar dan Pusat Perbelanjaan Ramai Saat PSBB, Asalkan

Pemkab Cirebon Akan Tambah Check Point di Zona Merah Covid-19 Saat PSBB Tahap Dua

Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih dan Doa Setelah Sholat Witir, Dilengkapi Bahasa Arab & Latin

Hasil evaluasi PSBB tingkat provinsi di Jabar memperlihatkan tren penularan COVID-19 menurun. Hal itu terlihat dari rata-rata penambahan kasus per hari, dari 40 kasus per hari pada akhir April 2020 turun menjadi 21-24 kasus per hari setelah PSBB provinsi diterapkan.

Tingkat rata-rata kematian Jabar akibat COVID-19 pun menurun dari tujuh jiwa menjadi empat jiwa per hari. Sementara tingkat kesembuhan mencapai dua kali lipat. Kemudian, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit mengalami penurunan, dari sekitar 430 pasien menurun menjadi sekitar 230 pasien.

PSBB tingkat provinsi di Jabar juga berhasil menekan mobilitas warga. Hal itu berdampak pada penurunan kasus baru. Sebelum PSBB tingkat provinsi berlaku, reproduksi penularan COVID-19 mencapai indeks 3 di Jabar. Kini, indeks tersebut menurun menjadi 1,07. Dengan kata lain, dari awalmya satu orang menulari tiga ornag lainnya dalam sehari, kini satu orang menulari satu orang lainnya.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved