PSBB Jabar

Ridwan Kamil: PSBB di Jabar Akan Dilanjutkan Tapi Berbasis Proporsional, 5.300 Desa Diberi Level

Level 5 adalah kategori terburuk, warnanya hitam, saat tidak bisa mengendalikan Covid-19.

(Humas Jabar)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin rakor via videoconference bersama para bupati/wali kota terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi di Jabar, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (29/4/20). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Barat periode 6-19 Mei 2020 akan dilanjutkan secara proporsional di tingkat kabupaten dan kota, bahkan disesuaikan dengan kondisi penyebaran Covid-19 di tingkat kelurahan atau desa.

"PSBB Provinsi Jabar dilanjutkan, tapi berbasis proposional, tidak lagi maksimal di seluruh 27 kabupaten kota, akan jadi PSBB provinsi dengan propopsional, di mana kepada yang zonanya masih zona merah itu akan dilanjutkan," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Senin (18/5).

Setelah PSBB Provinsi Jabar selesai yakni pada Rabu (20/5), katanya, akan diumumkan tingkat kewaspadaan penyebaran Covid-19 di level kabupaten dan kota, serta di sekitar 5.300 desa di Jabar. Setiap desa atau kelurahan akan diberi status penyebaran Covid-19, dibagi dalam lima level.

Level 5 adalah kategori terburuk, warnanya hitam, saat tidak bisa mengendalikan Covid-19. Kemudian Level 4 adalah warna merah, yaitu daerah yang melakukan PSBB, seperti Jabar saat ini. Nanti setelah evaluasi, bisa turun ke Level 3, yaitu pembatasan tidak 30 persen lagi seperti PSBB, tapi boleh naik 60 persen.

Kemudian kalau evaluasinya bagus, akan masuk ke Level 2, warna biru, yaitu bisa ke 100 persen aktivitas, tapi berkegiatan menggunakan masker dan jaga jarak. Dan terakhir zona hijau, tapi belum memungkinkan karena zona hijau baru ada kalau virusnya nol. Pihaknya belum bisa mengenolkan virus sebelum vaksin tersedia

"Nanti dibagi berdasarkan kajian, mana yang daerah kota kabupaten dan level desa kelurahan ini yang kewaspadaannya Level 5 paling buruk, darurat kritis, ini warna hitam. kemudian yang sekarang Level 4 merah, berat dan hanya 30 persen boleh berkegiatan. Kemudian di Level 3 kuning cukup berat di mana PSBB-nya ini prosporsional, kegiatan boleh 60 persen. Mana yang masuk Level 2 warna biru, di mana kegiatan 100 persen tapi jangan ada kerumunan dulu. Mana yang masuk Level 1 warna hijau, kembali 100 persen aman kerkegiatan dengan protab kesehatan," katanya.

Bacaan Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri & Keluarga, Dilengkapi Doa Penerima Zakat

Ribuan Pengunjung yang Tengah Belanja Berhamburan Saat Penggerebekan Dua Toko Busana di Indramayu

Berdasarkan level kewaspadaan, katanya, belum ada kabupaten dan kota di Jabar yang masuk Level 1 atau zona warna hijau. Status yang ada adalah 4 kabupaten dan kota memiliki Level 2 atau zona warna biru, 14 kabupaten dan kota dengan Level 4 atau zona warna merah, dan 9 daerah lainnya di Level 3 atau warna kuning.

Rekomendasi Salat di Rumah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat merekomendasikan pelaksanaan salat Idulfitri dan tradisi silaturahmi saat Lebaran di Jawa Barat tahun ini dilaksanakan di rumah masing-masing. Hal ini seiring dengan upaya pengetatan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabar secara proporsional.

Gubernur Jawa Barat mengatakan berdasarkan level kewaspadaan Covid-19, katanya, belum ada kabupaten dan kota di Jabar yang masuk Level 1 atau zona warna hijau. Status yang ada di Jabar adalah 4 kabupaten dan kota berstatus Level 2 atau zona warna biru, 14 kabupaten dan kota masih Level 4 atau zona warna merah, dan 9 daerah lainnya di Level 3 atau warna kuning.

"Oleh karena itu, rekomendasi dari pemerintah provinsi, kami merekomendasi agar Idulfitri diselenggarakan di rumah ya tidak diselenggarakan di kerumunan di tempat umum. Ini mengacu pada level kewaspadaan di 27 kota kabupaten yang belum ada level hijau," katanya di Gedung Sate, Senin (18/5).

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan jika nanti level kewaspadaan hijau atau Level 1 ini ada di tingkat kelurahan dan desa, maka pihaknya mempersilakan walikota dan bupati mengambil kebijakan yang proporsional terhadap desa atau kelurahan yang mungkin level kewaspadaannya sudah warna hijau.

"Saya kira itu kebijakan terkait Idulfitri, pemerintah provinsi rekomendasikan secara umum Idulfitri diselenggarakan di rumah, dan menyerahkan kepada kota dan kabupaten jika akan mengizinkan kalau sudah ada bukti desa dan kelurahannya berzona warna hijau," katanya.  (Sam)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved