Breaking News:

Dua Geng Motor di Garut Terlibat Bentrokan, Polisi Lepaskan 3 Tembakan Ke Udara Bubarkan Massa

Video bentrokan dua geng motor itu tersebar melalui pesan instan Whatsapp.

Istimewa
Ilustrasi aniaya 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Bentrokan dua geng motor terjadi di wilayah Kecamatan Garut Kota, Sabtu (16/5/2020) malam. Berandalan bermotor itu terlibat aksi pukul di perempatan Asia atau Jalan Ahmad Yani.

Video bentrokan dua geng motor itu tersebar melalui pesan instan Whatsapp. Dalam video durasi 1,11 menit itu, terlihat sejumlah orang yang terlibat keributan.

Di awal video, terlihat tiga orang dalam satu motor membawa sebuah bendera mengarah ke Jalan Bratayudha. Seorang yang dibonceng turun dari motor dan mengarah ke kerumunan di perempatan Asia.

Dalam video juga terdengar suara letusan senjata api yang diduga berasal dari petugas kepolisian yang membubarkan massa.

Ada puluhan sepeda motor dalam video tersebut. Warga sekitar yang melihat bentrokan, tak berani mendekat. Sejumlah orang yang terlibat bentrokan memakai atribut. Seperti kaus dan jaket berwarna biru kuning yang identik dengan simbol salah satu geng motor.

Fariz Rido (30), salah seorang warga berada di lokasi kejadian saat bentrok terjadi. Ia mengaku, keributan tiba-tiba terjadi tanpa diketahui penyebabnya. Kemungkinan karena kedua kelompok bermotor itu berpapasan di Jalan Ahmad Yani.

Doa Kamilin Setelah Shalat Tarawih dan Doa Setelah Shalat Witir, Dilengkapi Bahasa Arab dan Latin

Begal Payudara Beraksi di Karawang, 2 Perempuan Jadi Korban, Pelaku Diduga Masih Muda Belia

"Tiba-tiba ada adu jotos. Posisi saya lagi di motor. Takut kena juga karena massa banyak sekali," ucap Fariz, Minggu (17/5/2020).

Aksi tawuran itu bubar setelah terdengar letusan senjata api lebih dari tiga kali. Massa pun langsung membubarkan diri.

"Kejadiannya sekitar jam 20.00. Lagi banyak orang di sekitar perempatan Asia juga. Belum sepi karena banyak yang lalu lalang," katanya.

Ia menyayangkan adanya aksi tawuran di tengah pemberlakuan PSBB. Ditambah saat ini sedang bulan suci Ramadan. Para geng motor itu membubarkan diri setelah dibubarkan polisi berpakaian preman.

"Mereka naik motor boncengan lagi. Bahkan ada yang boncengan tiga orang. Harus ditindak tegas karena sudah meresahkan," ujarnya.

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved