Pencairan BLT Puluhan Desa di Kuningan Terganjal Gara-gara Belum Melengkapi Syarat Administrasi

Sasaran BLT DD, yakni warga miskin yang kehilangan mata pencaharian karena pandemi Covid-19 dan belum mendapat bantuan sosial

Istimewa
Kabid Pemberdayaan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan, Ahmad Faruk. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kuningan masih mengupayakan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa.

“Namun dari 361 desa di Kuningan, 96 desa di antaranya masih terkendala pencairan karena belum selesai administrasi," ungkap Kepala DPMD Dudi Pahrudin, melalui Kabid Pemberdayaan Pemerintahan Desa, Ahmad Faruk, Jumat (15/05/2020).

Menurut Ahmad Faruk, sesuai ketentuan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, sekitar 20 - 35 persen dari jumlah dana desa yang diterima pemerintah desa harus dialokasikan untuk BLT.

“Hal itu dilakukan dalam menanggulangi warga di desa yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19),” katanya.

Besaran BLT yang bersumber dari dana desa senilai Rp 600 ribu untuk diberikan kepada penerima manfaat selama 3 bulan.

“Di luar anggaran BLT dapat dipergunakan pemerintah desa untuk menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Sebanyak 96 desa yang belum melengkapi berkas-berkas administrasi persyaratan diharapkan secepatnya melengkapi.

Perahu Dihantam Ombak Laut Selatan, Nelayan Tegalbuleud Lompat dan Hilang Ditelan Gelombang

Terima Kasih Pembaca Kompas.com dan Tribunnews.com, 3.728 Paket Sembako Sudah Diterima Warga

VIDEO - Derita Tarmi yang Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reot di Indramayu, Tak Tersentuh Bansos

“Sehingga bisa menyalurkan BLT DD kepada masyarakat dan diharapkan tepat sasaran," katanya.

Sasaran BLT DD, yakni warga miskin yang kehilangan mata pencaharian karena pandemi Covid-19 dan belum mendapat bantuan sosial lainnya seperti PKH atau BPNT.

“Selain itu, keluarga yang mempunyai anggota keluarga dengan riwayat penyakit kronis bertahun-tahun dan tak kunjung sembuh,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved