Virus Corona

Penentuan Wilayah Mana Saja yang Bisa Laksanakan Salat Id Dibahas Setelah PSBB Jabar Selesai

Dalam skala kedaruratannya, katanya, kawasan ini berada di level empat, yakni yang masih harus menjalani PSBB.

Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melayani pertanyaan wartawan di Gedung Negara Pakuan Bandung, Senin (12/8). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan penentuan daerah mana saja di Jawa Barat yang bisa melaksanakan salat idulfitri berjamaah seperti tahun lalu, dan daerah mana yang belum bisa melaksanakannya secara normal, akan dikaji dan ditentukan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tingkat Provinsi Jabar berakhir pada 19 Mei 2020.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa pelaksanaan salat idulfitri di masa pandemi Covid-19, yakni pelaksanaan salat idulfitri di rumah bagi kawasan yang kasus Covid-19-nya belum terkendali, dan pelaksanan salat idulfitri di lapangan terbuka, masjid, dan musala, secara berjamaah bagi daerah yang kasus penyebaran virusnya sudah terkendali.

"Fatwa MUI kan dua, kepada daerah yang masih darurat itu fatwanya salat idulfitri di rumah. Kemudian kepada daerah yang memang terkendali, memang ada peluang syariatnya untuk melaksanakan di luar tapi berjarak, nah di manakah yang boleh dan tidak, itu nanti diputuskan pekan depan," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Bandung, Kamis (14/5).

Jika menurut evaluasi para ahli dan aparat yang berwenang menyatakan di tempat tertentu penyebaran virus belum terkendali, maka salat idulfitri 100 persen dilaksanakan di rumah.

Dalam skala kedaruratannya, katanya, kawasan ini berada di level empat, yakni yang masih harus menjalani PSBB.

"Atau ada yang turun ke level tiga, kalau level tiga juga belum boleh ya kegiatan yang kerumunan. Yang boleh itu kalau masuk ke level dua, yaitu kegiatan kembali 100 persen tapi dengan protokol.

Jadi kalau ada yang menerjemahkan, saya mohon tunggu pengumuman apakah daerahnya boleh atau tidak boleh, jangan menafsir sendiri bahwa kayanya boleh, belum tentu," katanya.

Unpad dan ITB Hasilkan Alat Rapid Tes Covid-19 yang Lebih Akurat dan Murah, Ini Keunggulannya

Link Live Streaming dan Jadwal Belajar dari Rumah TVRI Besok, Jumat 15 Mei 2020 untuk SD, SMP & SMA

Pemerintahlah, katanya, yang akan memutuskan kelurahan dan kecamatan mana yang boleh dan tidak boleh melonggarkan PSBB, termasuk menyelenggarakan salat idulfitri.

Kajian dari para ahli ini baru akan dilakukan pekan depan.

Halaman
12
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved