PSBB Jabar

PSBB Jabar Berlaku, Pemilik Toko di Indramayu Masih Banyak yang Bandel, Tetap Nekat Buka Toko

Banyak pelaku usaha di Kabupaten Indramayu yang kebingungan apakah usaha miliknya termasuk yang diperbolehkan buka selama pelaksanaan PSBB.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Petugas Satpol PP Indramayu saat merazia sejumlah toko yang masih buka di Indramayu, Rabu (13/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Banyak pelaku usaha di Kabupaten Indramayu yang kebingungan apakah usaha miliknya termasuk yang diperbolehkan buka selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau tidak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Penegakkan Perda Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebaran Kabupaten Indramayu, Kamsari Sabarudin kepada Tribuncirebon.com saat menggelar razia toko di Jalan Let Jend. Suprapto Indramayu, Rabu (13/5/2020).

Kamsari Sabarudin mengatakan, kendati demikian 70 persen di antaranya sudah patuh dan mau menutup sementara usahanya.

"Sudah patuh sekitar 70 persen, bisa dilihat dari banyaknya toko yang sudah tutup, 30 persennya lagi mereka belum paham dan sengaja buka, memang beda-beda modusnya," ujar dia.

Salah satu contohnya, yakni sebuah koperasi di Jalan Let Jend. Suprapto yang terjaring razia, pemilik usaha berpendapat bahwa koperasi miliknya termasuk salah satu usaha yang dikecualikan.

Hal ini mengacu pada Peraturan Bupati Indramayu Nomor 29 Tahun 2020 tentang pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengatakan usaha sektor keuangan dan perbankan masih boleh beroperasi.

"Seperti di sini koperasi, apakah koperasi itu masuk komponen perbankan atau sistem pembayaran? makanya pemilik usaha kami tunggu di kantor untuk menjelaskan badan hukumnya karena ini masih samar," ujar dia.

"Sesuai realita di lapangan, banyak yang bertanya pak saya masuk kategori yang ditutup atau tidak," ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya memaklumi masih banyaknya tempat usaha yang nekat buka. Tapi, pemberian sanksi tegas berupa surat peringatan tetap diberikan.

Kamsari Sabarudin berharap para palaku usaha bisa mengindahkan kebijakan yang sudah dibuat pemerintah untuk sementara waktu menutup usaha miliknya hingga PSBB di Kabupaten Indramayu berakhir.

Dengan menutup sementara usaha itu, mereka turut berkontribusi membantu pemerintah mempercepat pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

"Tapi yang kita lihat ini pada prinsipnya mereka sebagian besar sudah patuh," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved