Breaking News:

Sekda Garut, Deni Suherlan Meninggal Dunia Mendadak, Tak Sedang Sakit

Kabar duka menyelimuti Pemkab Garut. Sekretaris Daerah Garut, Deni Suherlan meninggal dunia pada Senin (11/5/2020) pukul 08.00

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Humas Pemkab Garut
Sekda Garut Deni Suherlan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Kabar duka menyelimuti Pemkab Garut. Sekretaris Daerah Garut, Deni Suherlan meninggal dunia pada Senin (11/5/2020) pukul 08.00.

Kabar meninggalnya Deni cukup mendadak dan mengejutkan. Sebelumnya Deni tak dikabarkan sakit. Bahkan minggu lalu, Deni masih memimpin pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Garut.

Informasi meninggalnya Sekda beredar luas di media sosial. Jenazah Deni kini masih disemayamkan di rumah dinas Sekda, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul.

Deni baru menjabat sebagai Sekda sekitar satu tahun. Ia menggantikan posisi Iman Alirahman yang pensiun sebagai PNS. Sebelumnya almarhum, menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Garut.

 Kabar Baik, Lima Hari PSBB di Kota Tasikmalaya, Tak Ada Penambahan Pasien Positif Covid-19

Sejumlah pelayat pun berdatangan ke rumah dinas Sekda. Para pejabat di lingkungan Pemkab Garut pun masih menunggu pelepasan jenazah yang rencananya akan dimakamkan di Bandung.

Tak Menyangka

Kepergian Deni cukup mendadak karena kemarin malam masih berkumpul dengan Forkopimda Garut.

"Setelah disalatkan di Masjid Attaufiq Komplek Pemda, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Cijaura, Bandung. Di sana masih ada ibu almarhum. Siang atau sore ini dimakamkan di makam keluarga di Kampung Cileutik, Padasuka, Kota Bandung," ujar Bupati Garut, Rudy Gunawan saat melepas jenazah di rumah dinas Sekda, Senin (11/5/2020).

Saat mendengar kabar almarhum meninggal pagi ini, Rudy mengaku tidak yakin. Sebelumnya, almarhum memang sempat mengalami sesak dan akan dibawa ke RSUD dr Slamet Garut.

"Lalu saya mendapat informasi jika almarhum telah menghembuskan nafas terakhir di Rumdin Sekda," katanya.

Kemarin malam, almarhum masih mengikuti kegiatan buka bersama di Pendopo Garut dengan jajaran Forkopimda Garut. Pukul 21.30, jadi percakapan terakhir Rudy dengan almarhum.

"Percakapan terakhir dengan beliau itu tadi malam. Almarhum rencananya hari ini akan ke Kantor Pos. Pimpinan daerah sepakat untuk mencairkan dana bagi kelurahan yang akan dibagikan besok," ujarnya.

Atas nama Pemkab Garut, Rudy memberi penghormatan terakhir kepada almarhum. Ia menyampaikan belasungkawa yang setinggi-tingginya kepada keluarga almarhum.

"Saya sangat kehilangan almarhum. Birokrat lurus dan rendah hati. Serta tak punya masalah dengan siapapun. Meninggalnya pun di bulan Ramadan di waktu yang sangat mustajab," katanya.

Sosok Rendah Hati

Sosok almarhum Deni Suherlan, Sekretaris Daerah Garut yang meninggal pagi ini dikenal sebagai birokrat yang rendah hati. Sejak masuk sebagai PNS pada 1992, Deni sudah banyak bekerja keras.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, merasa sangat kehilangan sahabat seperjuangan. Apalagi ia sudah mengenal Deni sejak puluhan tahun lalu.

"Ayah saya dan ayah almarhum itu hakim pertama yang berasal dari Garut. Jadi saya sudah kenal lama dengan almarhum," ucap Rudy di rumah dinas Sekda, Jalan Patriot, Senin (11/5/2020).

Rudy mengenal almarhum sebagai sosok yang tak punya masalah dengan siapapun. Ia juga merupakan orang yang tak kenal lelah dalam bekerja.

"Saya sangat kehilangan almarhum. Dia birokrat yang lurus," katanya.

Usai disalatkan di Masjid Attaufiq, Komplek Pemkab Garut, jenazah almarhum dibawa ke rumah duka di Cijaura, Kota Bandung.

Bupati dan Wakil Bupati Garut serta para PNS Pemkab Garut ikut serta mengantarkan jenazah ke rumah duka. Almarhum rencananya akan dimakamkan di Kampung Cileutik, Padasuka, Kota Bandung.

Tinggalkan Istri dan  Anak Semata Wayang

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Deni Suherlan, meninggal dunia dalam usia 57 tahun. Ia meninggalkan seorang istri, Hanny Diawati (56) dan putri semata wayangnya, Ulfa Nabila (25).

Deni menjabat sebagai Sekda Garut sejak 14 Januari 2019. Ia menggantikan posisi Iman Alirahman yang memilih pensiun.

Deni adalah sarjana teknik lulusan Universitas Parahyangan Bandung. Ia diangkat sebagai PNS pada tahun 1990 dan berkarir di lingkungan Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Garut.

Almarhum merupakan putra mantan Kepala Kanwil Departemen Kehakiman Provinsi Jawa Barat. Walaupun dilahirkan di Ciamis tetapi ia asli keturunan Garut. Tepatnya dari Kampung Panunggangan, Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul.

Deni bahkan diakui Bupati Garut, Rudy Gunawan sebagai pegawai yang sarat pengalaman dan paling senior di lingkungan Pemkab Garut.

Tugas yang diemban dari seorang ayah dari putri semata wayang ini adalah melanjutkan tugas-tugas Sekda yang begitu kompleks. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasiaan sehingga roda pemerintahan berjalan dengan efektif, efesien, dan ekonomis.

Putri semata wayangnya, Ulfa Nabila merupakan lulusan Teknik Sipil ITB, dan baru saja diangkat sebagai PNS di kementerian PUPR. Sang istri, Hanny Diawati, memandang suaminya sebagai sosok yang tidak banyak bicara.

"Keluarga merupakan motivator yang bisa mendorong kita ke arah kemajuan dan kebaikan lahir batin," kata Deni dalam suatu kesempatan.

Deni meninggal dunia pada Senin (11/5/2020) pukul 08.00 di rumah dinasnya, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul. Pemkab Garut memberikan penghormatan dan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya almarhum.

Para pejabat dan pegawai Pemkab Garut ikut melaksanakan salat jenazah. Salat jenazah dan doa bersama dilaksanakan secara terbatas. Pelaksanaannya tetap mengacu protokol kesehatan corona.

Pekerja Keras

Almarhum Sekretaris Daerah Garut, Deni Suherlan dikenal sosok pekerja keras. Salah satunya diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Garut, Muksin.

Ia menilai, almarhum sangat fokus untuk menyelesaikan pekerjaan. Terutama di saat pandemi Covid-19. Almarhum kerap memimpin rapat evaluasi.

"Sejak diberlakukannya PSBB tanggal 6 Mei, beliau selalu memimpin rapat evaluasi di ruang rapat Setda. Rapat dimulai jam 20.00 mendampingi Bapak Wakil Bupati," ujar Muksin, Senin (11/5/2020).

Kemarin malam, almarhum juga sempat akan datang ke rapat evaluasi. Padahal ia baru pulang dari Garut selatan.

"Tidak jadi ke rapat evaluasi, karena datang ke buka bersama di Pendopo. Sebelumnya, sempat telepon ke pak Kadinsos, mau hadir padahal beliau baru pulang dari Garut selatan," katanya.

Muksin menyebut, mengenal almarhum sejak bertugas sebagai pelaksana di Kecamatan Singajaya tahun 1994. Saat itu, almarhum sudah menjadi Kabid di Bappeda.

"Orangnya supel, cerdas, dan PNS dengan dedikasi dan loyalitas tinggi. Terakhir kenangan bersama beliau sempat memberikan testimoni pada 27 April untuk aksi perubahan Diklat Pim 2," ujarnya.

Kabar duka menyelimuti Pemkab Garut. Sekretaris Daerah Garut, Deni Suherlan meninggal dunia pada Senin (11/5/2020) pukul 08.00.

Kabar meninggalnya Deni cukup mendadak dan mengejutkan. Sebelumnya Deni tak dikabarkan sakit. Bahkan minggu lalu, Deni masih memimpin pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Garut. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved