Human Interest Story

VIDEO - Tempat Wisata Terdampak Covid-19, Achoy Bikin Kerajinan Miniatur Kolam Air Terjun

Achoy menjelaskan, air terjun mini tersebut dibuat dari limbah yang ia ambil di Pantai Loji, ditambah dengan pasir.

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Merebaknya virus corona membuat Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menutup semua tempat wisata selama pandemi berlangsung.

Aktivitas kerja, hingga peribadatan pun dialihkan ke rumah.

Akibatnya, Dede Kurniawan (49) harus diam #dirumahaja, karena tempat wisata Puncak Rasa yang dikelolanya ditutup sementara selama pandemi virus corona.

Dede Kurniawan, yang tinggal di Kampung Sawah Garung, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, ini tidak kehabisan akal meskipun untuk tetap bisa mencari nafkah untuk keluarganya meskipun #dirumahaja.

Dengan berbekal pengalaman yang dimilikinya, Achoy, sapaan karib Dede, memainkan jari jemari tangannya membuat sebuah kerajinan tangan yang bisa menghasilkan uang.

Memanfaatkan waktu #dirumahaja, Achoy membuat kerajinan tangan miniatur air terjun mini (Waterfall Miniature), yang unik dan memiliki nilai jual tinggi.

"Semenjak pemerintah mengeluarkan imbauan untuk Stay at Home, saya pun mengikuti imbaun tersebut, karena tempat wisata yang saya kelola diminta ditutup sama pak camat, dengan berbekal pengalaman dalam membuat karya kerajinan tangan, saat berada di rumah saat ini saya disibukan dengan membuat air terjun mini untuk dijual," ungkap Achoy kepada Tribunjabar.id di rumahnya, Kamis (7/5/2020).

Terjebak di Bali Gara-gara Covid-19, Turis Asal Kirgiztan Terpincut Pemandu Wisata Akhirnya Pacaran

Jadwal Acara TV Hari Ini, Saksikan Sinema India Yeh Teri Galiyan di ANTV dan Bedah Rumah Baru di GTV

Buruh Merasa Sangat Kecewa, Menteri Perbolehkan Pengusaha Tunda dan Cicil Pembayaran THR

Achoy menjelaskan, air terjun mini tersebut dibuat dari limbah yang ia ambil di Pantai Loji, ditambah dengan pasir.

"Awalnya saya membuat waterfall miniatur ini diambil dari limbah sampah pantai loji, puing ranting kayu saya gunakan untuk motif kerangkanya, bahkan dengan busa sky foam yang ditemukan di pinggiran pantai, tapi kekuatan nya gak lama akhirnya saya kepikiran menggunakan semen dan kawat sebagai rangka agar kekuatan lebih maksimal," terangnya.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved