Ramadhan 1441 H

Gara-gara Pandemi Corona, Sejumlah Tradisi Ramadhan di Keraton Kasepuhan Cirebon Tidak Dilaksanakan

Menurut Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, pelaksanaan tradisi-tradisi itu berpotensi membuat kerumunan massa.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bangunan utama Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (30/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sejumlah tradisi Ramadan di Keraton Kasepuhan tidak dilaksanakan pada tahun ini.

Menurut Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, pelaksanaan tradisi-tradisi itu berpotensi membuat kerumunan massa.

Selama PSBB, Kasus Penipuan Jual Beli Online di Kota Bandung Malah Meningkat

Pasalnya, beberapa tradisi berlangsung sejak ratusan tahun lalu sehingga menarik animo masyarakat untuk datang.

"Mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19 ini kami memutuskan beberapa tradisi ramadhan tidak dilaksanakan," kata Arief Natadiningrat kepada Tribuncirebon.com, Kamis (7/5/2020).

Ia mengatakan, dalam situasi sekarang kerumunan massa yang akan terjadi dalam pelaksanaan tradisi Ramadhan di Keraton Kasepuhan dinilai rentan akan penyebaran virus corona.

Tahun Ini Jumlah Penyapu Koin di Jembatan Sewo Indramayu Berkurang Drastis Menjelang Lebaran

Menurut dia, kerumunan massa semacam itu dikhawatirkan berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19.

Pihaknya memohon maklum kepada masyarakat Cirebon dan sekitarnya mengenai tidak diselenggarakannya sejumlah tradisi ramadhan di Keraton Kasepuhan.

Terutama masyarakat yang biasa menghadiri berbagai tradisi ramadhan di Keraton Kasepuhan yang dilaksanakan setiap tahunnya.

"Tradisi yang ditiadakan, misalnya, aul Sultan Sepuh XII akhir bulan lalu dan buka puasa bersama anak yatim, abdi dalem, dan para wargi keraton," ujar PRA Arief Natadiningrat.

KISAH Kakek Asik yang Sakit Katarak, Tinggal di Gubuk, Sering Difoto Tapi Tak Pernah Dapat Bantuan

Selain itu, salat tarawih di Masjid Agung Sang Cipta Rasa juga ditiadakan selama Ramadhan tahun ini.

Tradisi maleman dalam rangka menyambut malam lailatul qadar juga ditiadakan.

Menurut Arief, nantinya hanya pihak keluarga keraton yang menyiapkan saji maleman untuk dikirimkan ke Makam Sunan Gunung Jati tersebut.

"Biasanya saji maleman ini ibu-ibu para wargi keraton juga, tapi untuk tahun ini hanya keluarga keraton," kata PRA Arief Natadiningrat.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved