Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Crazy Rich Surabayan Tom Liwafa Salurkan Bantuan Rp 100 Juta, Ejek Prank Bodoh Ferdian Paleka

Selain ingin membantu sesama, dalam aksinya, Tom Liwafa sempat menyindir aksi prank YouTuber Ferdian Paleka. Berikut fakta-faktanya:

Istimewa
Tom Liwafa kerap disebut Crazy Rich Surabaya. 

"Menanggapi video yang lagi viral itu, kita buktikan bahwa kita yang muda-muda ini yang biasanya bikin konten juga. Di Indonesia itu banyak orang yang lebih baik. Jangan kita terfokus pada hal-hal yang bersifat to***. Orang-orang ngasih donasi malah dikasih sampah, itu orang gila," kata Tom.

3. Sudah salurkan bantuan Rp 100 juta

ilustrasi uang
ilustrasi uang (Pixabay)

Hingga saat ini, Tom sudah menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp 100 juta.

Namun dia menyebut jumlah dana tersebut bukan hanya berasal dari kocek pribadinya, namun juga donasi dari komunitas Entrepeneurs Vs Corona.

"Uang ratusan juta itu bukan dari saya sendiri, melainkan juga ada dari teman-teman komunitas yang menyumbang, digabung sama uang saya. Jadi enggak berlebihan sih kalau saya ngomongnya ratusan juta," ujar Tom yang juga aktif di Hipmi dan Kadin.

Penyaluran bantuan setidaknya sudah dilakukan 10 kali kepada warga kurang mampu di Surabaya.

Tom juga menjelaskan bahwa kardus yang dia bagi bukan berisi uang saja, namun juga bahan makanan.

"Sebenarnya enggak (satu kardus berisi uang). Jadi di satu kardusnya itu selain mi instan, ada uang Rp 1,5 juta, sedikit kok. Kalau misal (satu kardus) semua (berisi uang) banyak sekali. Saya enggak mau bohong juga," ujar Tom menambahkan.

Selain sembako, dia juga menyalurkan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis melalui Pemkot Surabaya.

"Tiga hari kemarin hari, Sabtu (2/5/2020), kebetulan saya juga ngasih donasi satu truk APD ke Pemkot Surabaya dan diterima langsung Ibu Risma," kata Tom. 

4. Berharap orang lain mengikuti

Instagram via Kompas.com
Instagram via Kompas.com ()

Menurutnya, penyaluran donasi itu akan terus berlanjut agar beban masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 berkurang.

"(Pemberian donasi) akan terus berlanjut sampai corona selesai. Kalau corona selesai, ya sudah saya nanti fokus ke bisnis. Sekarang tetap fokus ke bisnis, cuma memang menurut saya marketing sekarang itu biayanya bukan lagi untuk bikin-bikin baliho atau pamflet, tapi lebih baik disumbang-sumbangkan saja," kata dia.

Dia berharap apa yang dia lakukan bisa mengetuk hati orang lain untuk menyisihkan sebagian hartanya bagi warga yang membutuhkan.

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved