Breaking News:

PSBB Indramayu

Banyak Kendaraan Berpelat Luar Daerah Masuk Wilayah Indramayu di Hari Kedua PSBB

Banyak kendaraan berpelat luar daerah bebas masuk melintasi wilayah Kabupaten Indramayu di Jalur Pantura

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kendaraan dari Kabupaten Subang yang bebas melintas melewati Check Point Jembatan Sewo (Sukra) Indramayu, Kamis (7/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Banyak kendaraan berpelat luar daerah bebas masuk melintasi wilayah Kabupaten Indramayu di Jalur Pantura pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) hari kedua, Kamis (7/5/2020).

Hal tersebut berdasarkan pantauan Tribuncirebon.com di Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Subang.

PSBB Hari Kedua, Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Sukabumi Bertambah Lagi

Selama pemantauan Tribuncirebon.com mulai dari pukul 10.00-16.00 WIB, kendaraan yang melintas itu mayoritas didominasi oleh kendaraan besar bermuatan logistik.

Namun, tidak sedikit pula kendaraan roda empat maupun roda dua yang melintas, kendaraan itu bernopol B, D, F, T, dan kendaraan bernopol lainnya diluar nopol Ciayumajakuning.

Menurut seorang petugas Check Point Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, R Zulkarnaen, kendaraan bernopol luar itu merupakan masyarakat sekitar yang memiliki kendaraan bernopol luar Indramayu.

"Sebenarnya nopol itu tidak terlalu penting, karena mereka itu warga sini yang punya kendaraan berpelat luar," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Ada Warga Positif Rapid Test Dijemput Paksa, Lingkungan Citangtu Kuningan Disemprot Disinfektan

Tim Jabar Bergerak Bagikan 500 Nasi Kotak untuk Warga Terdampak Corona di Gunungjati Cirebon

Kendati demikian, kendaraan bernopol luar daerah tersebut tetap diawasi ketat saat petugas melakukan pemeriksaan.

Jika mereka melanggar protokol kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah atau berniat mudik akan langsung diminta putar balik.

"Tapi kalau untuk pemudik yang membawa surat izin mudim dari desa atau tempat tinggalnya mau melintas, kita izinkan asal bawa surat," ujar dia.

Dalam hal ini, diakui R Zulkarnaen pemeriksaan terhadap para pengendara yang melintas itu hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja dan tidak selama 24 jam full.

"Tadi pagi sudah, tidak ada lagi pengecekan, paling hanya pemantauan saja karena sekarang ini bulan puasa sulit kalau 24 jam," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved