Breaking News:

Virus Corona Mewabah

63 Karyawan Pabrik Rokok Sampoerna Positif Covid-19, Merokok Dapat Tertular Corona? Ini Kata Dokter

Benarkah merokok bisa tertular virus corona atau terinfeksi Covid-19? 63 pegawai perusahaan rokok Samperna positif terinfeksi virus corona.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Kompas.com
Ilustrasi rokok, harganya diperkirakan akan naik setelah cukai rokok dinaikkan 35 persen oleh pemerintah. 

Masyarakat seharusnya mengingat kembali cara penularan virus yang sudah diketahui dan melakukan upaya pencegahan Covid-19.

"Kalau pegawai pabrik rokok yang tertular karena di pabrik itu, bisa jadi tidak ada physical distancing, sehingga terjadi penularan," ujar dia.

• Siapa Tom Liwafa? Bagi-bagi Kardus Berisi Uang ke Warga yang Ditemui di Jalan

• Hanafi Rais Mundur Sebagai Pengurus DPP PAN, Waketum Singgung Nama Zulkifli Hasan

Kemudian, tercemarnya rokok atau barang produksi, berarti pegawai pabrik melakukan kerja tanpa adanya alat pelindung diri (APD).

Dengan demikian, di pabrik sebaiknya dibekali dengan ketentuan pakaian saat bekerja dan apabila ketentuan ini dijaga, maka anggapan rokok tercemar tidak tepat.

Bahan baku rokok tidak dapat menjadi tempat tumbuh virus

Sementara itu, Ketua Tim Riset CoV & Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation (PNF), Prof. DR. C. A. Nidom mengatakan, ada tiga faktor yang menyebutkan rokok tidak dapat sebagai tempat tumbuh virus Covid-19.

"Pertama, rokok sebagai benda, ya, mengikuti kaidah umum bahwa virus ini bisa berada di luar tubuh (udara) 2-5 jam. Tapi, biasanya rokok dari pabrik berada dalam gudang beberapa saat, di situ tentunya kalau ada virus ya sudah mati," ujar Nidom saat dihubungi terpisah oleh Kompas.com pada Rabu (6/5/2020).

Kedua, faktor lain yakni bahan rokok atau tembakau baik berasal dari tanaman atau kertas, tidak dapat sebagai tempat tumbuh virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved