Breaking News:

PSBB Kabupaten Sukabuim

Seorang Pemudik Asal Surade Pesan Taksi Bandung Coba Lewati Check Point PSBB Tapi Gagal

Satuan gabungan memberhentikan beberapa kendaraan roda dua dan empat, terutama dengan pelat nomor luar daerah Kabupaten Sukabumi.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/M Rizal Jalaludin
AAS, pemudik asal Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi, mengaku memesan taksi karena sudah tidak ada travek yang beroperasi di Bandung. Ia dicegat petugas gabungan pada hari pertama PSBB di check point Sukalarang, Rabu (6/5/2020). 

"Turun saja di sini, lanjutkan pakai angkot," jawab petugas yang memeriksa AAS.

AAS pun mengindahkan imbauan petugas tersebut. Ia turun dari taksi dan melanjutkan perjalanan menggunakan angkot. Sementara  taksi yang membawanya diputar balik petugas.

Satgas Keagamaan Covid-19 Majalengka Minta Masjid Tetap Kumandangkan Azan Meski Tak Ada Jemaah

Mimpi Aneh Soeharto Sebelum Meninggal, Beranikan Diri Cerita ke Tutut, tapi Malah Ditertawakan

"Hari ini kita di Jawa Barat khusunya ya Kota Kabupaten yang belum melaksanakan PSBB, secara serentak dari hari ini sampai 14 hari kemudian. Dari tanggal 6 sampai tanggal 20 Mei 2020 berarti," ujar Bupati Sukabumi Marwan Hamami kepada awak media.

Marwan menerangkan, PSBB bissa saja diperpanjang apabila terdapat peningkatan jumlah virus corona di Kabupaten Sukabumi. 

"Nanti apakah kita akan perpanjang dilanjutkan PSBB ini, kalau proses di lapangan ini masih terjadi persoalan-persoalan peningkatan pasien dari yang terdampak dari virus," terangnya.

"Jadi mudah-mudahan kegiatan penyekatan ini, penyeleksian, kemudian juga pengawasan orang-orang yang masuk Kabupaten Sukabumi dan seluruh wilayah di Jawa Barat semakin diperketat, mudah-mudahan ini juga berdampak berkurangnya dan harus kita yakini berhasilnya kegiatan ini menurut standar WHO itu di 30 persen biasa," lanjut Marwan.

Marwan menjelaskan, apabila kendaraan yang melintas di jalaur perbatasan Kabupaten Sukabumi ada 1.000 kendaraan, itu bisa berkurang hingga 30 persen.

"Kalau jalur ini biasanya 1.000 perkendaraannya, ini nanti berarti kalau 30 persennya alhamdulillah kalau dilihat sih berkurang banyak. Kita tidak tahu pada hari-hari lanjutan, karena semua orang sudah mendengar bahwa hari ini PSBB. Tetap ditakutkan mereka melihat kelalaian kita," jelas Marwan.

Lebih lanjut Marwan mengatakan, di hari pertama PSBB Kabupaten Sukabumi, masih terdapat warga yang membandel.

"Yang terjadi masih banyak bandel, masih banyak yang mencari jalan tikus untuk masuk Sukabumi, masuk daerah-daerah lain juga sama. Karena tadi mereka merasa bahwa kondisi sesuai intruksi bapak Presiden ini tidak boleh mudik, mereka juga sudah menyadari keinginan untuk pulang sangat tinggi, sehingga tadi mobil taksi pun salah satunya disuruh di kosongkan mereka pindah dan taksinya sudah kosong. Hal seperti itu tidak bisa dipungkiri lah," beber Marwan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved