Breaking News:

PSBB Jabar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Berharap Sukses PSBB Bandung Raya dan Bodebek Diikuti PSBB Jabar

Khusus kegiatan perekonomian, Gubernur mempersilakan bupati/wali kota mengatur sendiri mana saja sektor yang boleh beroperasi.

Editor: Machmud Mubarok
(Humas Jabar)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin rakor via videoconference bersama para bupati/wali kota terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi di Jabar, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (29/4/20). 

Adapun PSBB bakal menjadi hal baru bagi 17 kabupaten/kota di luar lima daerah Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) dan lima daerah Bandung Raya yang sudah menerapkan PSBB.

Berli mengatakan, 17 kabupaten/kota itu bisa menerapkan PSBB secara parsial maupun penuh di wilayahnya. Selain itu, kepala daerah diberi kewenangan oleh gubernur untuk menindaklanjuti peraturan gubernur terkait PSBB Jabar.

"Ini bukan untuk menimbulkan perbedaan atau kebingungan, tapi memberikan kewenangan secara proporsional antara provinsi dan kabupaten kota," ujar Berli.

Berli pun menegaskan bahwa pihaknya terus menambah pelaksanaan tes usap (swab) metode Polymerase Chain Reaction (PCR), teranyar terhadap penumpang KRL.

"Sementara untuk rapid test, sampai saat ini Jabar melakukan hampir 100 ribu rapid test dan dari total itu yang positif 237," tutur Berli.

"Dari yang sudah dilakukan tersebut, ini upaya yang penting dalam pelaksanaan PSBB agar paling tidak bisa membatasi penularan terutama dari luar Jabar atau imported case. Secara umum PSBB mampu menekan penularan atau penyebaran COVID-19" ucapnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved