Breaking News:

Virus Corona

Hadapi Lonjakan Jumlah Pasien Covid-19, Pemprov Jabar Terus Tambah Ruang Isolasi di Kabupaten Kota

Seperti Gedung BPSDM Provinsi Jabar hingga kini sudah merawat 87 Orang Tanpa Gejala (OTG) confirm swab dan RDT.

Eki Yulianto/ Tribuncirebon.com
Ruang Isolasi di RSUD Cideres Majalengka 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemprov Jabar secara intens menginventarisasi penambahan ruang isolasi dan perawatan Covid-19 di seluruh kabupaten dan kota di Jabar.
Hal tersebut sebagai upaya penguatan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus positif Covid-19 seiring konsistensi rapid diagnostic test (RDT) masif. 
Sekretaris yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, mengatakan selain menambah rumah sakit rujukan, sejumlah pemerintah kabupaten/kota mengalihfungsikan gedung, hotel, maupun stadion, menjadi pusat isolasi, perawatan, dan penginapan tenaga medis.
"Telah dikoordinasikan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar menyiapkan pusat-pusat isolasi. Khususnya, bagi mereka yang menunjukan hasil RDT positif (reaktif), tetapi belum bergejala sampai menunjukkan hasil test PCR negatif diarahkan untuk dilakukan isolasi di tempat khusus," kata Daud di Gedung Sate, Jumat (1/5).

Keberadaan pusat isolasi tambahan dapat menekan potensi penyebaran Covid-19.
Selain itu, kehadiran tenaga medis akan memantau perkembangan gejala klinis warga Jabar yang terindikasi positif Covid-19 berdasarkan RDT dan meningkatkan kedisiplinan selama isolasi.

"Yang masuk dalam pusat isolasi telah mendapat pemeriksaan dokter di rumah sakit sebelum masuk ke pusat isolasi," kata Daud.

ASN Tidak Bisa Mengajukan Cuti Selama Pandemi Corona, Pemerintah Siapkan Sanksi Bagi yang Nekat Cuti

Mulai Hari Ini, Iuran BPJS Kesehatan Turun, Kembali ke Semula, Berikut Rincian Lengkapnya

Ketua Divisi Manajemen Fasyankes Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Marion Siagian, mengatakan jumlah tempat tidur di pusat isolasi nonrumah sakit yang terhimpun di kabupaten/kota sampai akhir April 2020 sebanyak 1.478 tempat tidur.
Angka ini sudah termasuk gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jabar, sementara di beberapa kabupaten/kota masih mempersiapkan .

"Masing-masing kabupaten/kota memiliki kebijakan upaya penyediaan ruang isolasinya di berbagai tingkatan, ada yang menggunakan sekolah, perkantoran, atau gedung lainnya, baik milik pemerintah, swasta. Maupun TNI/POLRI," tuturnya.

Sejumlah pusat isolasi nonrumah sakit sudah dipergunakan.
Seperti Gedung BPSDM Provinsi Jabar hingga kini sudah merawat 87 Orang Tanpa Gejala (OTG) confirm swab dan RDT.
Rinciannya, 65 orang masih dirawat, dan 22 orang sudah dinyatakan sembuh.
Pada Kamis (30/4) masuk 18 orang pasien baru.

Asrama Balai Latihan Kerja Manggahang Kabupaten Bandung pun merawat 6 orang.
Kemudian, Balai Latihan Kerja Disnakertrans Kabupaten Karawang merawat 10 orang.
Bapelkes Cikarang Kabupaten Bekasi merawat 8 orang.
Terakhir, Klinik Medina Kabupaten Garut merawat 4 orang.

Pemerintah Provinsi Jabar pun mengalihfungsikan Hotel Prama Grand Preanger Bandung untuk tenaga medis dengan total kamar yang disiapkan berjumlah 200.
Hal tersebut dilakukan agar para tenaga medis bisa nyaman khususnya bagi yang kesulitan pulang ke rumah sehingga bekerja dengan tenang dan maksimal.

ZODIAK CINTA Hari Ini, Jumat 1 Mei 2020: Taurus Sembunyikan Gejolak Hati, Gemini Singkirkan Keraguan

Jadwal Acara TV Hari Ini, Saksikan Sinema Bollywood Chori Chori Chupke Chupke di ANTV Siang Nanti

"Kami juga mengkoordinasikan pusat isolasi untuk tenaga kesehatan. Sudah ada 14 kabupaten/kota yang menyiapkan tempat penginapan tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.
Terdapat 18 lokasi yang saat ini menampung 441 tenaga kesehatan dari 41.152 tenaga kesehatan yang berada di ruang critical Covid-19 di RS maupun di Puskesmas," ucap Marion.

Pemerintah Provinsi Jabar pun, katanya, konsisten berkoordinasi dengan seluruh kabupaten/kota dan rumah sakit rujukan Covid-19 untuk terus menyiapkan fasyankes sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan kasus Covid-19. (*)
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved