Virus Corona

Doa Rasulullah Agar Terhindar dari Berbagai Wabah Penyakit Termasuk Virus Corona

Selain itu kita juga dianjurkan untuk berdoa kepada Allah sebagai tempat berlindung dari segala kejahatan dan keburukan yang ada di muka bumi.

Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Mumu Mujahidin
kolase Tribunjabar.id / https://www.medscape.com/Tribunwow
Ilustrasi 

TRIBUNCIREBON.COM - Ramadhan kali ini terasa berbeda, karena bertepatan dengan mewabahnya virus corona di seluruh dunia.

Virus corona atau Covid-19 menjadi wabah atau penyakit menular yang mematikan karena berjangkit dengan cepat, menyerang ribuan orang di Indonesia hingga meninggal dunia.

Virus corona menular melalui kontak kulit (fisik) secara langsung.

Covid-19 di awal 2020 telah merenggut banyak korban meninggal dunia di Indonesia setelah sebelumnya di China dan Iran.

Dalam situasi seperti ini kita dianjurkan untuk tetap berada di rumah saja, melakukan pekerjaan dan belajar di rumah.

Melakukan pembatasan sosial dan fisik (menjaga jarak) dengan orang lain, menghindari kerumunan.

Hal itu demi memutus mata rantai penyebaran virus corona yang sangat masif terjadi selama ini.

Dalam situasi seperti ini, kita dianjurkan untuk menjaga kesehatan dengan beolahraga dan mengonsumsi makanan dan minuman sehat.

Bolehkan Sholat Tahajud Setelah Sholat Tarawih dan Witir? Begini Penjelasannya

Tips Tadarus Al-Quran agar Bisa Khatam Selama Ramadhan, Amalkan Setiap Selesai Sholat 5 Waktu

Selain itu kita juga dianjurkan untuk berdoa kepada Allah sebagai tempat berlindung dari segala kejahatan dan keburukan yang ada di muka bumi.

Melansir dari islam.nu.or.id bacaan doa berikut ini pernah diajarkan oleh Rasulullah untuk berlindung dari wabah dan penyakit mengerikan lainnya.

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، والجُنُونِ، والجُذَامِ، وَسَيِّئِ الأسْقَامِ

Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal barashi, wal junūni, wal judzāmi, wa sayyi’il asqāmi.

Artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari penyakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit buruk.”

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih:

وروينا في كتابي أبي داود والنسائي بإسنادين صحيحين عن أنس – رضي الله عنه – : أنَّ النبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يقول اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، والجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ. رواه أَبُو داود بإسناد صحيحٍ

Artinya, “Diriwayatkan kepada kami di kitab Abu Dawud dan An-Nasa’i dengan sanad yang bagus dari Anas–radliyallahu anhu–Nabi Muhammad SAW berdoa, ‘Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit buruk.’ (HR Abu Dawud dengan sanad sahih.”

Abdul Muhsin Al-Abbad dalam Syarah Abu Dawud menafsirkan kata “sayyi’il asqam” atau penyakit-penyakit buruk dalam hadits ini sebagai ragam penyakit yang membuat buruk rupa dan bahaya pada manusia.

Sedangkan M Syamsul Haqqil Azhim Abadi dalam Kitab Aunul Ma‘bud memahami “sayyi‘il asqam” sebagai wabah penyakit seperti tuberculosis, busung air, dan penyakit lain.

Manfaat Rutin Makan 6 Siung Bawang Putih Panggang Setiap Hari, Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh Anda

Berbuka Puasa dengan Kurma, Inilah 15 Manfaat Buah Kurma Bagi Kesehatan, Cegah Penyakit Jantung

Adapun Abu Abdillah Ar-Rahmani Al-Mubarakfuri dalam Kitab Mir’atul Mafatih Syarh Misykatil Mashabih mengutip pendapat Ibnu Malik yang mengatakan bahwa penyakit buruk itu adalah penyakit di mana orang lain menjaga diri dari pengidapnya, di mana mereka tidak mengambil manfaat dari pasien dan pasien tidak mendapat manfaat dari mereka.

Dengan penyakit itu, pasien atau korban tidak dapat menjalankan kewajiban terhadap Allah dan makhluknya.

Atas penyakit ini, kita disunnahkan untuk berlindung diri.

Syekh Abdur Rauf Al-Munawi dalam At-Taysir syarah Al-Jami’is Shaghir mengatakan, Rasulullah berlindung dari segala penyakit tersebut sebagai bentuk pernyataan kefaqiran kepada Allah atau pengajaran bagi umatnya.

Sedangkan tiga penyakit pertama yang disebut (lepra, gila, dan kusta) adalah termasuk penyakit buruk.

Tetapi ketiganya tetap disebut karena tiga penyakit itu paling dibenci oleh bangsa Arab.

Sebagaimana dikatakan Al-Munawi, doa merupakan bentuk pernyataan kefaqiran kita kepada Allah.

Adapun sebagai upaya pencegahan, masyarakat tetap harus mengikuti petunjuk-petunjuk teknis dari pihak medis dan kebijakan pemerintah dalam beraktivitas sehari-hari saat situasi darurat virus. Wallau a‘lam. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved