Breaking News:

Desa Dadap Tolak Bansos Pemprov Jabar

Muadi Ingin Peroleh Bansos Tapi Pilih Jaga Kerukunan dengan Tetangga Jika Bantuan Tak Menyeluruh

ia mengaku trauma melihat banyak tetangga sekitar yang selalu berselisih jika ada program bantuan dari pemerintah, bantuan tersebut kerap kali selalu

Humas Pemprov Jabar
Ilustrasi bantuan Pemprov Jabar. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas petugas pos dan ojek di Kantor Pos Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (18/4/20). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Lebih baik Bantuan Sosial (Bansos) dari Provinsi Jawa Barat ditolak ketimbang harus berselisih dengan tetangga.

Kalimat tersebut yang diutarakan oleh Muadi (40) salah seorang warga di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di kediamannya, Rabu (29/4/2020).

Muadi mengatakan, dirinya setuju dengan langkah pemerintah Desa Dadap yang memutuskan untuk menolak bansos tersebut dengan alasan menjaga kerukunan antar warga.

"Kasian Pak RT, Pak RW, Pak Kuwu juga yang di lapangan takutnya kena sasaran keributan karena ada cemburuan sosial di masyarakat," ujar dia.

Muadi sendiri diketahui hanya bermata pencaharian nelayan kecil. Cuaca yang tidak menentu bahkan tidak jarang membuatnya jarang melaut.

Jika cuaca buruk, ia hanya menjadi buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu setiap harinya.

Saat disinggung apakah ingin mendapat bantuan, Muadi mengatakan sangat ingin terlebih kondisi ekonomi keluarganya yang terpuruk sekarang ini akibat pandemi Covid-19.

Nih Rincian THR yang Diterima PNS TNI/Polri dari Golongan I hingga Golongan IV Lebaran Tahun Ini

Ada Wabah Covid-19, Jerinx SID Mengamuk di IG, Sama Sekali Tak Mau Percaya Pasien Mati karena Corona

Gubernur Jabar Ridwan Kamil: Jutaan Data KK Ternyata Ngaco, Bantuan Belum Datang Karena Masalah Data

Hanya saja ia mengaku trauma melihat banyak tetangga sekitar yang selalu berselisih jika ada program bantuan dari pemerintah, bantuan tersebut kerap kali selalu tidak tepat sasaran.

"Ada bantuan dari pemerintah saya juga sangat ingin, tapi kalau pemerintah hanya ngasih sedikit takutnya membuat riskan di Desa Dadap," ujar dia.

Dirinya menyebut masih banyak warga di Desa Dadap yang hidup kesusahan. Mereka juga perlu dibantu secara menyeluruh tidak hanya sebagiannya saja.

"Kalau milih, saya lebih memilih menjaga kerukuran sesama warga, pengertian masyarakat Dadap itu kalau ada yang dapat yang lainnya suka cemburu, kalau mau memberi lebih baik sama rata," ucapnya.

Sementara itu, Ketua RT 2 RW 4 Desa Dadap, Endi mengaku tidak jarang dirinya mendapat omelan dari warga karena penerima bantuan yang tidak tepat sasaran.

Padahal, setiap ada program bantuan pihaknya selalu memperbaharui data penerima yang layak, hanya saja data yang keluar selalu orang yang sama atau seperti tidak ada perubahan sama sekali.

"Banyak masyarakat yang istilahnya punya gelang besar, antingnya besar tapi malah dapat bantuan, sedangkan warga jompo yang tinggal sebatangkara tidak dapat," ujar dia. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved