Viral di Media Sosial
Cewek di Garut Pingsan di Pinggir Jalan, Dikira karena Corona, Ternyata Baru Putus dengan Pacarnya
Kabar selanjutnya bikin senyum sekaligus iba, itu karena sang gadis ternyata pingsan karena diputus pacar.
TRIBUNCIREBON.COM - Seorang gadis di Garut bikin petugas medis kerepotan setelah dia pingsan di pinggir jalan.
//
Petugas medis mengevakuasi gadis tersebut ke rumah sakit terdekat dengan mengenakan alat pelindung diri/APD lengkap.
Adapun lokasi perempuan tersebut pingsan adalah di pinggir jalan wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (25/4/2020) malam.
Kabar selanjutnya bikin senyum sekaligus iba, itu karena sang gadis ternyata pingsan karena diputus pacar.
Ini berita selengkapnya
Di media sosial viral video yang menunjukkan seorang perempuan dievakuasi petugas medis.
Petugas medis itu mengenakan alat pelindung diri atau APD lengkap.
Dalam video, terlihat mobil ambulans juga tampak sudah disiapkan.
Proses evakuasi tersebut berlangsung malam hari.
Pria dalam video kemudian terdengar bertanya.
"Asli, positif?" ujar pria dalam video yang diunggah juga di akun YouTube Miftah's Official #DiRumahAja.
Perempuan tersebut akhirnya dimasukkan ke dalam mobil ambulans.
Mobil pun melaju meninggalkan lokasi, bersama dengan petugas medis ber-APD lengkap.
Belakangan diketahui, peristiwa dalam video viral itu terjadi di Garut.
• Warga Cianjur Geger Seorang Pria Pingsan di Trotoar Dekat Alun-Alun, Tak Ada yang Berani Mendekat
Awalnya, tak sedikit yang menyangka perempuan yang dievakuasi itu terjangkit Covid-19 atau virus corona karena tiba-tiba pingsan di pinggir jalan.
Namun, ternyata perempuan tersebut pingsan bukan karena virus corona.
Berdasarkan informasi yang dibagikan akun Instagram @garutupdate, Senin (27/4/2020), perempuan itu pingsan karena diputuskan oleh pacarnya.
Adapun lokasi perempuan tersebut pingsan adalah di pinggir jalan wilayah Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (25/4/2020) malam.

Awalnya, petugas Puskesmas Tarogong menerima informasi ada seorang perempuan yang tiba-tiba pingsan di pinggir jalan.
Setelah itu, petugas ber-APD lengkap langsung terjun ke lokasi.
Perempuan itu pun sempat dibawa ke Puskesmas dan mendapatkan perawatan.
Namun setelah beberapa saat, perempuan itu sadar.
Kini, setelah diperiksa, perempuan itu diperbolehkan pulang.
Perempuan tersebut pulang dijemput oleh keluarganya.
• Selama 14 Hari, Jalan di Pusat Kota Garut Ditutup, Terutama Jalan Ahmad Yani
Dua WNA Bangladesh Positif Covid-19, Warga Minta Diisolasi, Pemkab Garut Pindahkan ke RSUD dr Slamet
Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus bertambah.
Hari ini, dua warga negara asing (WNA) asal Bangladesh dikonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani rapid test dan swab tes.
Kedua WNA itu jadi kasus ke delapan dan sembilan atau KC-8 dan KC-9.
Sebelumnya, pada Sabtu (25/4/2020), Pemkab Garut juga mengonfirmasi kasus ketujuh atau KC-7 Covid-19 yang merupakan seorang wanita (46), berprofesi dokter di salah satu klinik di Garut Kota.
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, menyebut kedua WNA asal Bangladesh sudah dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil swab tes keluar.
Kedua WNA juga telah diminta untuk dibawa ke ruang isolasi RSUD dr Slamet.

WNA asal Bangladesh itu sudah beberapa bulan tinggal di Garut.
Mereka merupakan jemaah tablig salah satu masjid di Kecamatan Tarogong Kaler.
"Sekarang masih ada di masjid menjalani isolasi. Pagi-pagi saya minta dipersiapkan di RSU ruang isolasinya. Khusus untuk pasien positif tapi keadaannya baik," ucap Helmi, Senin (27/4/2020).
Helmi menyebut, banyak permintaan dari masyarakat agar kedua WNA itu diisolasi dari rumah sakit.
Pihaknya pun memutuskan memindahkannya setelah diputuskan positif dari swab tes.
• Dua WNA Bangladesh Positif Covid-19, Warga Minta Diisolasi, Pemkab Garut Pindahkan ke RSUD dr Slamet
Sebelumnya, kedua WNA itu sudah dinyatakan reaktif atau positif setelah menjalani rapid test.
Mereka lalu diminta melakukan isolasi mandiri sambil menunggu swab test.
Izin tinggal kedua WNA itu juga telah habis. Meski dokumen mereka lengkap.
Helmi menyebut, imigrasi belum bisa mendeportasi WNA tersebut karena dalam kondisi darurat.
Terkait beredarnya informasi jika warga yang memeriksakan diri ke klinik di Garut Kota untuk di rapid test, Helmi juga membenarkannya.
Hal itu dilakukan setelah salah satu dokter dinyatakan positif.
"Iya bagi yang sudah berobat 14 hari ke belalang, cepat melapor. Nanti dites di puskesmas atau Dinkes," ka