Breaking News:

Video

VIDEO - Gelombang Tinggi Laut Selatan Mengancam, Nelayan Palabuhanratu Tetap Melaut

ia memaksakan diri melaut meskipun gelombang tinggi, hal itu dilakukan karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Laporan Kontributor Tribun Jabar M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Meskipun gelombang tinggi sedang melanda laut selatan Sukabumi, yaitu Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Tidak menyurutkan para nelayan untuk tetap melaut, padahal dari pantauan Tribunjabar.id, di pantai Muara Citepys, Kecamatan Palabuhanratu, ombak sedang besar bahkan sampai ke bibir pantai, Selasa (28/4/2020).

Meskipun begitu, salah seorang nelayan di dermaga Palabuhanratu, Ruswandi (48) asal Kampung Cinyocok, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mengatakan dirinya sudah terbiasa dengan gelombang tinggi di laut.

"Masih melaut, ada gelombang tinggi kalau dibilang takut sih taku, tapi kita sudah terbiasa," kata Ruswandi kepada Tribunjabar.id di Dermaga Palabuhanratu, Selasa (28/4/2020).

Ruswandi mengaku, ia memaksakan diri melaut meskipun gelombang tinggi, hal itu dilakukan karena untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Ya memaksakan saja, karena kebutuhan untuk menyambung hidup," ucapnya.

Rumah Anda Tak Bisa 100 Persen Aman dari Covid-19, Waspada Virus Corona Bisa Nempel Benda-benda Ini

INI Kunci Jawaban Soal SD/SMP/SMA Belajar Dari Rumah di TVRI Senin 20 April 2020, Cek di Sini

Bacalah Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir, Lengkap dengan Latin dan Arti Doa Kamilin

Sebelumnya diberitakan Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri Assidiq menjelaskan, intensitas gelombang cukup tinggi. Gelombang laut selatan Sukabumi yaitu Palabuhanratu mencapai ketinggian 3 hingga 5 meter.

"Kalau kita ada link langsung dengan BMKG, jadi setiap waktu ada perubahan kita dapat terima. Kita sebetulnya dari beberapa hari ini sudah coba kita sampaikan imbauan ke nelayan melalui HNSI, terutama untuk sementara ini sehubungan dengan intensitas gelombang yang cukup tinggi meskipun itu statusnya di tengah tapi berdampak juga ke dalam teluk, gelombang itu 3 sampai 5 meter, berdampak juga ke pantai," ungkap Okih, Senin (27/4/2020).*

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved