Breaking News:

Tenaga Medis di Indramayu Positif Corona

Ada Petugas Medis RSUD Indramayu Positif Covid-19, 61 Tenaga Medis Lain Wajib Jalani Karantina

Mereka akan menjalani karantina di Hotel Wiwi Perkasa sampai hasil tes swab tenggorokan dikeluarkan Labkesda Provinsi Jawa Barat.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Istimewa
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Kamis (16/4/2020) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Terkonfirmasinya tenaga medis di RSUD Indramayu yang positif terpapar Covid-19 membuat sebanyak 61 tenaga medis lainnya mesti menjalani karantina.

//

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, 19 di antaranya merupakan dokter di RSUD Indramayu.

Mereka akan menjalani karantina di Hotel Wiwi Perkasa sampai hasil tes swab tenggorokan dikeluarkan Labkesda Provinsi Jawa Barat.

"Untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi mereka kita tempatkan di Hotel Wiwi Perkasa. Selama di sana kita jamin juga keperluan makan dan minumnya," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (28/4/2020).

Seperti diketahui, SA (35) warga Kecamatan Balongan menjadi tenaga medis pertama di Kabupaten Indramayu yang terkonfirmasi terpapar Covid-19.

Ia dilaporkan positif terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes swab tenggorokan.

Hasil tes tersebut diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu pada Senin (27/4/2020) sekitar pukul 16.15 WIB dari Labkesda Jawa Barat.

Deden Bonni Koswara menjelaskan, setelah mendapat hasil tes swab tersebut pihaknya segera melakukan tracing dan tracking terhadap orang-orang yang berkontak erat dengan tenaga medis yang terpapar virus corona tersebut.

Hasilnya ada, sebanyak 61 tenaga medis itu yang diketahui berkontak erat sehingga harus dikarantinakan sebagai bentuk perlindungan.

Adapun alasan sebanyak 61 tenaga medis itu dikarantina di Hotel Wiwi Perkasa untuk memberikan kenyamanan kepada para tenaga medis.

"Awalnya kita kan mengkarantina di ruang kijang kencana, tapi misal masih tercampir dengan pasien yang di rawat juga tidak bagus kondisinya, jadi kita pisahkan supaya tidak berbarengan," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved