Breaking News:

Pembunuhan di Pangalengan

Sopir Grab Dibunuh Dua Pasangan Lesbian, Ternyata Pelaku Utama Masih di Bawah Umur

Karena tidak punya uang, kemudian Iki dan Risma sepakat untuk menghabisi korban dengan cara menggunakan kunci inggris

Editor: Machmud Mubarok
net
ilustrasi tewas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pelaku pembunuh Samiyo Basuki Riyanto (60) ditangkap aparat Polresta Bandung. Ternyata pelaku merupakan dua pasangan lesbian.  Jasad Samiyo ditemukan akhir Maret lalu di tebing hutan pinus di Pangalengan.

"Saat itu mendapat laporan terkait dengan adanya penemuan mayat atas nama Samiyo Basuki Riyanto, korban adalah sopir grab yang ditemukan di jurang dalam kondisi meninggal. Pelakunya sebanyak empat orang, semua berjenis kelamin perempuan," ujar Kapolresta Bandung, Hendra Kurniawan,, di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (27/4/2029).

Hendra memaparkan, kronologi kejadian berawal dari saudari ERS alias Iki (15) dan TGC alias Sela (19), menyewa mobil grab dari Jakarta untuk tujuan Pangalengan Bandung.

"Sebelum ke Pangalengan, merekamenjemput rekannya sodari AS alias Riska (20) di Jonggol Bogor, tujuan ke Pangalengan menjemput KS alias Risma (18) karena mereka memiliki hubungan khusus," kata Hendra.

Hendra mengatakan, di tengah jalan mereka sepakat akan membayar Rp 1,7 juta, untuk biaya perjalanan.

"Tapi ternyata mereka tidak punya uang. Karena tidak punya uang, kemudian Iki dan Risma sepakat untuk menghabisi korban dengan cara menggunakan kunci inggris yang ada di mobil tersebut," kata dia.

Bacalah Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir, Lengkap dengan Latin dan Arti Doa Kamilin

INI Kunci Jawaban Soal SD/SMP/SMA Belajar Dari Rumah di TVRI Senin 20 April 2020, Cek di Sini

Satu Mini Market di Antapani Bandung Ditutup Sementara, Setelah Ada Karyawannya Positif Covid-19

Menurut Hendra, dua pelaku utama, yakni Risma yang membekap dan mencekik korban, Iki yang memukul korban dengan kunci inggris. Sedangkan Riska membantu membuang jenazah korban dan Sela mengamankan barang bukti.

"Korban dipukul kepalanya kemudian sedikit goyang, kemudian dipukul lagi sebnyak 8 kali kemudian akhirnya meninggal," kata dia.

Hendra menjelaskan, setelah korban meninggal dan dibuang kemudian kendaraan ini dibawa mereka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved