Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Pria di China Bongkar Rahasia Agar Virus Corona Bisa Cepat Lenyap, tapi Mau Tak Mau Lakukan Hal Ini

Seorang ahli di China akhirnya membawa berita baik untuk seluruh dunia dalam usaha melawan pandemi virus corona.

Institut Kesehatan Nasional / AFP
Gambar ini diperoleh 12 Maret 2020, milik National Institutes of Health (NIH) / NIAD-RML menunjukkan gambar mikroskop elektron transmisi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS, karena partikel virus (benda bulat emas) muncul dari permukaan sel yang dikultur di lab, paku di tepi luar partikel virus memberi coronavirus nama mereka, seperti mahkota. 

TRIBUNCIREBON.COM - Seorang ahli di China akhirnya membawa berita baik untuk seluruh dunia dalam usaha melawan pandemi virus corona.

//

Hal itu terkait rahasia yang dibocorkan oleh sang ahli tentang usaha menghilangkan virus corona yang saat ini menyebar di seluruh dunia.

Adapun virus corona yang mewabah ini memang menjadi pekerjaan rumah dan permasalahan bagi semua bangsa.

Seperti adanya titik terang, penjelasan seorang ahli China tentang rahsia virus corona bisa hilang tak bersisa itu akhirnya muncul.
Peneliti di China memeriksa sampel kelelawar di gua Guandong terkait virus Corona
Peneliti di China memeriksa sampel kelelawar di gua Guandong terkait virus Corona (ECOHEALTH ALLIANCE)

Bagaimana bisa? Simak berikut selengkapnya dikutip TribunJatim.com dari GridHealth.ID.

Dilansir dari Gridhealth.id, beberapa waktu lalu seorang ahli mengatakan bahwa wabah virus corona di China bisa berakhir pada bulan Juni ini.

Pasalnya, hingga kini wabah virus corona sudah melewati masa puncaknya dan kasus virus corona di Hubei, tempat virus tersebut pertama kali muncul semakin menurun.

(ILUSTRASI) Butuh Waktu 5 Hari Seseorang yang Terinfeksi Menunjukkan Gejala Virus Corona, Ini Kata Para Peneliti.
(ILUSTRASI) Butuh Waktu 5 Hari Seseorang yang Terinfeksi Menunjukkan Gejala Virus Corona, Ini Kata Para Peneliti. (Freepik)

"Secara umum, puncak pandemi telah berlalu untuk China," kata Mi Feng, juru bicara Komisi Kesehatan Nasional.

"Peningkatan kasus baru sedang menurun," lanjutnya.

Disisi lain penasihat medis senior pemerintah China, Zhong Nanshan mengatakan bahwa selama negara-negara menanggapi wabah dengan serius.

Dan kini mereka siap untuk mengambil tindakan tegas, itu bisa meluas ke seluruh dunia dalam hitungan bulan.

 Perayaan Hari Raya Nyepi di Surabaya saat Wabah Corona, Pura Segara Tiadakan Pawai Ogoh-ogoh

Oleh karenanya, ahli China tersebut mengungkap rahasia agar virus corona ini bisa hilang tak tersisa pada bulan Juni.

"Saran saya menyerukan semua negara untuk mengikuti instruksi WHO dan melakukan intervensi pada skala nasional," katanya.

"Jika semua negara bisa dimobilisasi, virus corona bisa berakhir pada Juni."

Zhong, seorang ahli epidemiologi berusia 83 tahun yang terkenal karena membantu memerangi wabah SARS pada 2003 itu, mengatakan virus dalam keluarga yang sama biasanya menjadi kurang aktif di bulan-bulan hangat, yang dapat membantu memperlambat penyebaran.

(ILUSTRASI) Daftar istilah-istilah terkait virus Corona.
(ILUSTRASI) Daftar istilah-istilah terkait virus Corona. (Freepik)

"Perkiraan saya bulan Juni didasarkan pada skenario bahwa semua negara mengambil tindakan positif. Tetapi jika beberapa negara tidak melakukan ini, virus akan bertahan lebih lama."

Dengan pelambatan yang ditandai dari penyebaran virus di China, banyak bisnis yang mulai kembali dijalankan dengan hati-hati.

Provinsi Hubei mengumumkan pada hari Kamis pelonggaran lebih lanjut dari pembatasan perjalanan.

Dan juga akan memungkinkan beberapa industri untuk melanjutkan produksi di dua kota dan dua kabupaten.

 Kondisi Paru-paru Pasien Corona yang Sembuh Dikuak Peneliti, Ada Penurunan Fungsi, Bisa Pulih Total?

Ekonomi Hubei, didorong oleh manufaktur dan perdagangan, termasuk sektor otomotif yang cukup besar di ibukota provinsi, Wuhan, sebelumnya sudah tutup sejak 23 Januari.

Sementara virus ini menyebar dengan cepat secara global, kemajuannya di China telah melambat dalam tujuh hari terakhir.

Surat kabar Partai Komunis yang berkuasa, People's Daily via GridHealth.ID, memperingatkan dalam sebuah tajuk rencana.

Isinya adalah bahwa sementara jumlah kasus virus baru di China turun, kondisinya masih sulit dan ada risiko lebih banyak wabah diimpor dari luar China.

Pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, China
Pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, China (EPA via Daily Mail)

3 Strategi Ampuh Lawan Corona Versi China, Negara yang Jadi Harapan Dunia, Indonesia Harus Pelajari

Dilansir TribunJatim.com dari AFP via Kompas.com, metode Negeri "Panda" memulihkan diri dari Covid-19 bisa dimampatkan dalam tiga strategi.

Berikut penjelasannya:
 
1. Tutup dan tahan

Pada Januari, China secara efektif menutup Wuhan, menempatkan 11 juta penduduknya dalam karantina ketat. Langkah yang kemudian diikuti kota lain di Provinsi Hubei.

Sementara di wilayah lain seantero China, pemerintah setempat berkeras melarang warganya untuk tidak keluar dan diam saja di rumah.

Ratusan juta warga Negeri "Panda" di hidup di lingkungan padat. Sehingga komite masyarakat setempat bisa berpatroli dan mengawasi mereka.

Dengan demikian, kepatuhan warga bisa terlihat. "Pengurungan berhasil," kata Sharon Lewin, profesor kedokteran di Uiniversitas Melbourne.

"Dua pekan setelah Wuhan ditutup, yang merupakan masa inkubasi virus corona, jumlah (infeksi) mulai berkurang," jelas Lewin.

Social distancing ekstrem dan karantina mandiri sejak saat itu mulai diikuti oleh negara lain di Eropa, termasuk beberapa negara bagian AS.

Namun studi yang dipaparkan Imperial College London menunjukkan, strategi itu bisa berdampak pada ekonomi dan sosial. Jangan pendek maupun panjang.

Dalam penelitian yang dipublikasikan, tantangan utama dari cara ini adalah mereka harus dipertahankan setidaknya hingga vaksin siap dalam 18 bulan.

"Jika intervensi sampai dilonggarkan, maka tingkat penularan maka bakal kembali ke jalurnya," demikian studi dari Imperial College London.

Suasana kota Wuhan China setelah dinyatakan darurat penyakit akibat Virus Corona
Suasana kota Wuhan China setelah dinyatakan darurat penyakit akibat Virus Corona (Twitter @ChinaFile / Tangkap layar CNN, kolase scmp.com)

2. Mobilisasi Massa

Pemerintah pusat bergerak cepat dengan mengerahkan 42.000 dokter dan perawat ke Hubei, untuk membantu tim medis setempat yang mulai kewalahan.

Pakar kesehatan dari Palang Merah China juga dikirimkan ke Italia, negara dengan tingkat kematian tertinggi karena Covid-19.

Keputusan Beijing untuk memberangkatkan tim medis itu bukannya tanpa korban, jika merujuk kepada angka kementerian kesehatan Maret.

Berdasarkan data tersebut, lebih dari 3.300 dokter dan perawat positif menderita Covid-19, dengan 13 di antaranya meninggal.

Selain itu, mereka juga melakukan sesuatu yang luar biasa.

Yakni membangun rumah sakit dalam rentang waktu dua pekan untuk menampung ribuan pasien.

Upaya otoritas pusat diperkuat dengan senjata propaganda yang diumumkan berkali-kali, di mana masyarakat diminta hidup higienis dan tinggal di rumah.

Seorang warga mengenakan masker dan kantong plastik di luar supermarket Wuhan, Hubei , China, untuk menghindari virus corona pada (10/2/2020).
Seorang warga mengenakan masker dan kantong plastik di luar supermarket Wuhan, Hubei , China, untuk menghindari virus corona pada (10/2/2020). (STR/AFP via TribunStyle.com)

3. Masker dan pengecekan

Di kota-kota seantero Negeri "Panda", penduduknya diminta mengenakan masker. Mereka tidak diperbolehkan masuk apartemen atau kantor jika tak memakainya.

"Penggunaan masker secara luas bisa menurunkan penyebaran wabah, terutama bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala," kata Zheng Zijie, pakar dari Universitas Peking.

Agensi berita Xinhua melaporkan, selama krisis, China bisa memproduksi masker jenis N95 berjumlah 1,6 juta unit setiap harinya.

Untuk saat ini, masker tersebut adalah senjata yang paling efektif menangkal penyebaran virus, meski harus sering diganti.

Seorang perawat di Rumah Sakit Jinyintan sedang mempersiapkan obat-obatan untuk pasien virus Corona di Wuhan, China.
Seorang perawat di Rumah Sakit Jinyintan sedang mempersiapkan obat-obatan untuk pasien virus Corona di Wuhan, China. (AFP via SCMP)

Kemudian untuk meningkatkan deteksi, pos pemeriksaan suhu tubuh dipasang di setiap pintu masuk toko, bangunan, atau tempat publik.

"Jika suhu tubuh Anda di atas 37,3 derajat Celsius, maka Anda langsung diisolasi," terang salah satu petugas di pintu masuk taman bermain Beijing.

Kemudian, setiap orang diharuskan memindai QE Code di ponsel mereka, untuk mengecek apakah status mereka "hijau", "kuning", atau "merah".

Dengan cara tersebut, pemerintah bisa langsung mengecek apakah yang bersangkutan mempunyai sejarah bepergian ke zona merah.

Pemerintah Negeri "Panda" sudah mengumumkan, pemindaian tersebut bakal dipertahankan untuk beberapa acara, bahkan setelah wabah berakhir.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved