Virus Corona Mewabah

Ventilator Indonesia (Vent-I) Lulus Uji, Segera Diproduksi Massal untuk Pasien Covid-19

Ventilator portable CPAP, Vent-I dinyatakan lulus uji produk dan layak digunakan setelah melewati. . .

istimewa
Ventilator Indonesia (Vent-I) Lulus Uji, Segera Diproduksi Massal untuk Pasien Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ventilator portable CPAP, Vent-I dinyatakan lulus uji produk dan layak digunakan setelah melewati serangkaian proses pengujian oleh Balai Pengamanan fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian kesehatan.

//

Produk hasil kerja sama antara ITB, Unpad dan YPM Salman ITB itu, lulus uji untuk semua kriteria sesuai standar SNI IEC 60601-1:204.

Standar ini memuat persyaratan umum keselamatan dasar dan kinerja esensial dan rapidly manufactured CPAP systems, document CPAP 001, specification, MHRA, 2020.

Ventilator yang diinisiasi Syarif Hidayat, seorang Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ini merupakan alat bantu pernapasan bagi pasien yang masih dapat bernapas sendiri (jika pasien Covid-19 pada gejala klinis tahap 2), bukan untuk pasien ICU. 

 Pemain Persib Bandung Abdul Aziz Lelang Jersey Miliknya, Uangnya untuk Warga Terdampak Covid-19

Hari Tjahjono, tim komunikasi publik pengembang Vent-I, mengatakan sebagai ventilator non-invasive, Vent-I aman digunakan untuk membantu pasien Covid-19. Vent-I juga dapat digunakan dengan mudah oleh tenaga medis.

"Alat tersebut memiliki fungsi utama CPAP (Continuous Positive Airway Pressure)," ujar Hari, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4/2020).

Vent-I ini, kata Hari, dapat segera diproduksi untuk keperluan sosial, dan akan dibagikan gratis kepada rumah sakit yang membutuhkan.

“Untuk kebutuhan sosial ini, Vent-I akan diproduksi sekitar 300-500 sesuai dengan jumlah donasi yang masuk ke Rumah Amal Salman. Produksi Tahap I dimulai begitu lulus uji pada 21 April kemarin dan akan diproduksi melalui kerjasama dengan PT DI," katanya. 

 Swab Chamber Buatan ITB Murah, Dapat Cegah Risiko Penularan Virus Corona dari Pasien ke Tenaga Medis

Vent-I akan digunakan pada pasien sesuai indikasi medis. Pemakaian ini akan dipantau oleh perhimpunan dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif Indonesia (Perdatin) di rumah sakit yang telah ditunjuk.

"Terima kasih secara khusus kami sampaikan kepada para donatur yang telah menyumbangkan dananya untuk pengembangan Vent-I dan bimbingan dari tim BPFK," katanya.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved