Breaking News:

Covid 19 di Majalengka

Masih Ditemukan Warga Majalengka yang Sholat Tarawih, Bupati: Kami Hanya Ingin Rakyat Selamat

pemerintah bukan melarang masyarakat untuk menunaikan ibadah tarawih. Hanya saja, tempat ibadahnya saja yang berbeda, yakni di rumah.

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Masih ditemukannya warga Kabupaten Majalengka yang melaksanakan tarawih, ditanggapi serius oleh Bupati Majalengka, Karna Sobahi.

Karna menyebut, pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran, termasuk ke pihak camat, desa MUI dan DKM.

Hal itu, agar masyarakat bisa memahami kondisi serius bahayanya penularan Covid-19 yang tak mengenal waktu, tempat dan status orang.

"Intinya Pemkab Majalengka sudah menyampaikan surat edaran, kami juga hanya ingin rakyat selamat dan sehat, makanya mari kita ikuti aturan dari pemerintah," ujar Karna, melalui siaran persnya, Sabtu (25/4/2020).

Ia menjelaskan, pemerintah bukan melarang masyarakat untuk menunaikan ibadah tarawih.

Hanya saja, tempat ibadahnya saja yang berbeda, yakni di rumah.

"Ini kan dalam kondisi darurat, kalau dalam kondisi darurat, ajaran Islam sudah memberikan ruhsoh sesuai dengan keadaan. Tolong masyarakat harus paham dengan keadaan darurat," ucapnya.

Bahkan, lanjut Bupati, imbauan anjuran ibadah Ramadan bukan hanya dari Pemkab Majakengka.

Pelanggan 900 VA nonsubsidi & 1.300 VA Terpilih Akan Dapat Diskon dari PLN & YCAB, Begini Alurnya

Update Kasus Covid-19 di Indonesia, Pasien Positif Sudah di Atas 8.000, Jakarta Terbanyak Meninggal

Tetapi, dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Badan kesehatan dibawah naungan PBB ini telah menyiarkan sembilan anjuran umum yang ditujukan sebagai pedoman kegiatan sosial dan keagamaan di Indonesia, selama Bulan Suci Ramadan," jelas dia.

Lebih jauh Bupati menyampaikan, WHO itu dibuat dengan mengacu isi Surat Edaran Kementerian Agama Nomor SE/6./2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di tengah pandemi Covid-19.

"Anjuran umum itu, WHO menekankan perlunya pembatalan kegiatan sosial dan keagamaan yang bersifat pengumpulan massa demi mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19," kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Majalengka tersebut.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved