Breaking News:

Ramadhan 1414 H

Tabuh Dlugdag, Tradisi Keraton Kasepuhan Cirebon Menyambut Ramadhan, Sultan Arief Pun Pakai Masker

tabuh dlugdag biasa digelar selepas Ashar dan menjadi tanda bahwa malamnya umat Islam mulai melaksanakan salat tarawih.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, saat memukul Bedug Samogiri dalam tradisi tabuh dlugdag menyambut datangnya Ramadan di kompleks Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (23/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Suasana hening tampak terasa di kompleks Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (24/4/2020).

Sejumlah orang terlihat bergegas dari areal Dalem Arum Keraton Kasepuhan menuju Langgar Agung yang berada persis di depan Museum Benda Pusaka.

Namun, saat berjalan rombongan yang berjumlah delapan orang itu tampak tidak saling berdekatan dan mengenakan masker.

Selain itu, jarak setiap orang dalam rombongan yang dipimpin Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, itu kira-kira mencapai satu meter.

INI Kunci Jawaban Soal SD/SMP/SMA Belajar Dari Rumah di TVRI Senin 20 April 2020, Cek di Sini

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 357 Kasus, Total 7.775, Jumlah Pasien Sembuh 967 orang

VIDEO Detik-detik Penangkapan Pembacok Sadis di Purwakarta, Dibekuk Polisi Saat Belanja di Swalayan

Tiba di Langgar Alit, Sultan Arief beserta rombongan tampak langsung menuju Bedug Samogiri yang berada di sisi kiri.

Selanjutnya Sultan Arief pun langsung menabuh bedug itu kemudian bergantian dengan beberapa orang lainnya.

Rangkaian tersebut merupakan tradisi tabuh dlugdag dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Sultan Arif mengatakan, tradisi tabuh dlugdag berlangsung sejak ratusan tahun silam.

Menurut Arief, tabuh dlugdag biasa digelar selepas Ashar dan menjadi tanda bahwa malamnya umat Islam mulai melaksanakan salat tarawih.

"Ini sebagai pemberitahuan kepada masyarakat bahwa mulai nanti malam mulai salat tarawih," ujar Arief Natadiningrat saat ditemui usai kegiatan.

Ia mengatakan, di masa lampau belum ada teknologi pengeras suara ataupun alat komunikasi sehingga tabuh dlugdag menjadi pemberitahuan bagi masyarakat kala itu.

Menurut dia, tradisi tersebut merupakan warisan sejak era Sunan Gunung Jati selaku Sultan Cirebon yang pertama.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved