Virus Corona di Majalengka

Warga yang Masih Berani Tolak Jenazah Korban Corona Bakal Dihukum, Paling Ringan Penjara 1 Tahun

Pasalnya, di beberapa daerah di Indonesia maraknya informasi penolakan jenazah yang terpapar Covid-19 yang dilakukan oleh warga.

Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Foto peragaaan simulasi pemulasaraan jenazah pasien terpapar Covid-19 berlangsung di Aula Mapolres Kuningan 

Jadi Provokator Penolakan Jenazah Covid-19 di Majalengka, Siap-siap Dijerat Pasal Ini

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Polres Majalengka akan menindak tegas warga yang menjadi provokator penolakan jenazah di lingkungan hukum Polres Majalengka.

Pasalnya, di beberapa daerah di Indonesia maraknya informasi penolakan jenazah yang terpapar Covid-19 yang dilakukan oleh warga.

Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan, pihaknya tidak segan akan menindak para otak di balik penolakan jenazah Covid-19.

Sebab, perbuatan tersebut dapat memecah belah kondusivitas di wilayah setempat.

"Pastinya kita tindak, saya rasa perbuatan tersebut tidak manusiawi ya, ada pasal tersendiri yang akan menjerat pelaku," ujar AKBP Bismo di Mapolres, Senin (20/4/2020).

Dijelaskan dia, ada pasal 212 dan 214 KUHP tentang penanggulangan wabah nomor 4 tahun 84 yang akan menjerat pelaku sebagai provokator penolakan jenazah.

Disampaikannya, pasal 212 KUHP menyebut, barang siapa dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan melawan serang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang waktu itu menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat yang bersangkutan sedang membantunya, diancam karena melawan pejabat dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan.

Berpuasa Bikin Bau Mulut? Berikut 9 Cara efektif Agar Terhindar dari Bau Mulut Selama Berpuasa

Pasien Positif Corona Asal Indramayu yang Sembuh Sempat Kabur Setelah Rapid Test, Tak Sudi Diisolasi

PSBB di Bandung Raya, Suhu Tubuh Lebih dari 37 Derajat Saat Dicek Petugas, Anda Bakal Diminta Pulang

Sementara, pasal 214 KUHP menyatakan, paksaan dan perlawanan tersebut dalam Pasal 212, bila dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Halaman
1234
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved