Breaking News:

Sudah Sebulan Berada di Rumah? Sudah Mulai Bosan? Kenali Ciri-ciri Awal Gejala Stres

Seiring waktu, manusia telah berevolusi menjadi makhluk sosial. Keberadaan keluarga, teman, atau komunitas, dapat membantu mengatasi stres dan mengelo

Editor: Machmud Mubarok
(Shutterstock)
Ilustrasi kerja dari rumah. 

TRIBUNCIREBON.COM - Mengarantina diri di rumah berperan penting untuk mencegah infeksi virus Covid-19.

Tetapi, bukan berarti gampang menjalani perubahan rutinitas normal seperti sekarang.

Banyak orang yang merasa stres dan cemas selama masa karantina ini. Meningkatnya kecemasan dan gangguan mental ini dialami oleh banyak orang di seluruh dunia yang sedang menjalani pembatasan jarak fisik dan diam di rumah saja.

Penyebab utama dari gangguan mental tersebut adalah karena hilangnya rasa kendali terhadap situasi, merasa mendadak dijauhkan dari dunia luar, dan tidak lagi bisa melakukan kegiatan harian seperti sebelumnya.

Chief Health and Nutrition Officer Herbalife Nutrition, Gary Small mengatakan, dalam situasi yang serba tidak pasti seperti sekarang, kesehatan mental seharusnya juga menjadi prioritas utama.

“Mengelola stres dan mengetahui bagaimana melakukan hal yang penting sangat penting. Karena pada saat ini stres kronis dapat mengancam dan melemahkan kekebalan tubuh dan kemampun melawan infeksi,” katanya.

Seiring waktu, manusia telah berevolusi menjadi makhluk sosial. Keberadaan keluarga, teman, atau komunitas, dapat membantu mengatasi stres dan mengelola kesehatan mental.

Hari Jumat Telah Tiba, Jangan Lupa Sisihkan Rezekimu, Ini Keutamaan Sedekah di Hari Jumat

Gerakan Sejuta Masker, Bupati Majalengka: Kami Berikan Senjata Melawan Covid-19 ke Masyarakat

Pengakuan Pria Asal Malang Puas Bercinta Bertiga, Pasang Foto Erotis & Jual Istri di Twitter

Menurut Small, tiap orang perlu mengetahui tingkat stres masing-masing. Pertama adalah dengan mengetahui beberapa gejala stres. Tanda kita sedang stres misalnya saja nyeri gigi, berat badan naik, sakit kepala, perubahan suasana hati, sakit punggung dan leher, hingga kurang tidur malam.

“Mengidentifikasi gejala ini akan membantu Anda mengetahui kapan saatnya mempraktikkan beberapa strategi untuk menurunkan stres,” katanya.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengelola stres:

  •  Mencari pemicunya.
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved