Breaking News:

Virus Corona

Selama PSBB, Rapid Test akan Masif Digencarkan di Wilayah Bodebek demi memetakan penyebaran Covid-19

Menurut Berli, RDT masif tetap akan dilakukan di kawasan Bodebek untuk memetakan penyebaran COVID-19.

Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kunci keberhasilan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan berlaku di kawasan Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) adalah disiplin warga dan konsistensi rapid diagnostic test (RDT) masif.

Hal serupa akan dilakukan juga di Bandung Raya yang rencananya akan memberlakukan PSBB pekan depan.

Hal itu dikatakan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jawa Barat sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani saat menanggapi penerapan PSBB Bodebek pada 15-28 April 2020.

Menurut Berli, RDT masif tetap akan dilakukan di kawasan Bodebek untuk memetakan penyebaran COVID-19.

“Untuk PSBB Bodebek, rapid test masif akan tetap dilanjutkan, bahkan mungkin dengan ekskalasi yang lebih besar, “ ujar Berli di Bandung, Rabu (15/4).

Berli mengatakan RDT masif dapat menunjang keberhasilan PSBB Bodebek karena tujuan kekarantinaan kesehatan tersebut adalah memutus rantai penularan, merawat dan mengobati penderita COVID-19.

“Pelaksanaan rapid test untuk melacak kontak lekat penyebaran COVID-19. Dengan demikian yang positif mudah ditemukan, bisa segera diobati atau dirawat sebelum menunjukkan gejala membahayakan. Jadi selain akan menekan jumlah kematian, rapid test masih juga akan meningkatkan angka kesembuhan,” kata Berli.

LINK Live Streaming TVRI Hari Ini, Belajar di Rumah, 15 April 2020, Klik di Sini untuk Nonton

Suami Cari Nafkah di Malaysia, Istri di Rumah Dihamili Pria Lain, Jengkel, Selingkuhan Istri Dibunuh

Pemerintah Provinsi Jabar, katanya, menyerahkan sepenuhnya teknis pelaksanaan RDT masif kepada pemda di kawasan Bodebek apakah tetap akan menggunakan sistem drive through atau dilakukan di puskesmas.

Namun yang pasti, target sasaran tidak berubah yakni keluarga, orang dalam pemantauan (ODP), tenaga medis, serta kalangan yang profesinya rawan.

“Di beberapa kota kabupaten masih dipakai metode drive through ini. Jadi diserahkan ke daerah, termasuk yang dilimpahkan ke puskesmas. Karena terkait SDM setempat, “ kata Berli.

Sejauh ini Pemerintah Provinsi Jabar telah mendistribusikan sekitar 70 ribu alat rapid test ke 27 kabupaten/kota dan sekitar 1.000 sampel telah dipastikan melalui tes polymerase chain reaction (PCR).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menargetkan 300 ribu tes rapid dilakukan di Jabar, atau 30 persen dari target RDT masif nasional yang mencapai 1 juta sampel.

7 Manfaat Teh Putih, Dapat Membunuh Sel-sel Kanker dan Mengurasi Risiko Penyakit Jantung

Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Berjemur di Pagi Hari, Berikut Waktu Terbaik untuk Berjemur Setiap Hari

Berli menjamin Pemerintah Provinsi Jabar tidak akan kekurangan alat RDT karena banyak menerima sumbangan dari komunitas, BUMN, dan swasta.

“Kita masih punya stok, karena masih ada bantuan seperti dari Buddha Tzu Chi sekitar 50.000 dan dari sumber lain. Pempeov Jabar menargetkan RDT masif dapat selesai Mei 2020. Selesainya secepatnya. Mudah-mudahan sebelum Mei 2020 kita sudah bisa menyelesaikan kegiatan rapid tes ini,” kata Berli. (Sam)

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved