Breaking News:

Virus Corona Kuningan

Gereja Sepi di Perayaan Paskah Tahun Ini, Pendeta Lakukan Siraman Rohani Melalui Media Sosial

Dia mengatakan, perayaan paskah ini merupakan momentum kebangkitan dalam umat kristiani untuk semangat menjalankan hidup.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Ripai/Tribuncirebon.com
Pendeta Gerejea Kristen pasundan Jemaat Cigugur Kuningan Yayan Heriyanto 

“Kami bagikan melalui aplikasi whatsapps dan diupload ke youtube,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Yayan menuturkan, masa pandemi covid 19 ini membuat semua harus selalu waspada dan menjaga kesehatan.

“Seperti tak boleh melakukan kerumunan atau istilah lain Sosoial Distancing,” ujarnya.

Nuansa Kesundaan

Yayan menambahkan, nuansa dan interior Gereja Kristen Pasundan memang menjaga terhadap kearafin lokal dan budaya setempat.

“Gereja kami di lengkapi dengan alat musik tradisional, yaitu angklung dan alat musik ini asli daerah Kuningan. Kemudian, pembuatannya juga di lakukan oleh warga Cigugur sekitar Gereja ini,” ungkapnya.

Yayan mengatakan, untuk mimbar besar dan mimbar kecil ini memiliki kegunaan yang berbeda dalam kelangsungan ibadah.

“Mimbar besar untuk pendeta menyampaikan khutab dan mimbar kecil digunakan untuk mewartakan kegiatan-kegiatan para jemaat,” ungkapnya.

BIN Membuka Lowongan untuk Tim Penanganan Tes Covid-19, Diprioritaskan Jadi PNS, Cek Selengkapnya

7 Cara Ampuh Usir Hama Kecoa di Rumah, Gunakan Bahan-bahan Sederhana yang ada di Rumah Saja

Sebab, masih kata Yayan, di luar masa pandemi covid-19 saat ini, gereja tiap harinya rame dan banyak kegiatan.

Sebagai harapan kata Yayan, semoga pandemi covid-19 ini cepat berlalu dan semua lapisan mahluk hidup kembali melakukan aktivitasnya secara ketentuan dan keyakinan. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved