Virus Corona di Kuningan

DPRD Kuningan Cecar Eksekutif Soal Anggaran Penanganan Covid -19 Rp 18,5 Miliar Tak Juga Terserap

pemerintah dalam tiga bulan ke depan akan menyiapkan bantuan kepada warga tertentu.

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
DPRD Kuningan menggelar rapat Banggar (Badan Anggaran) bersama eksekutif di ruang Sidang Paripurna DPRD Kuningan, Kamis (9/04/04/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Pimpinan dan Ketua Fraksi berbagai partai di DPRD Kuningan mencecar pejabat eksekutif melalui pertanyaan mengenai anggaran penanganan pandemi covid 19 di daerah.

“Soal anggaran sebesar Rp18,5 miliar untuk penanganan pandemi covid 19, dipertanyakan kepada eksekutif yang hadir,” ungkap Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy sesuai memimpin rapat Banggar (Badan Anggaran, red) di ruang Sidang Paripurna DPRD Kuningan, Kamis (9/04/04/2020).

Ketua dewan yang akrab disapa Zul ini mengatakan, pihak eksekutif yang hadir dalam pelaksanaan rapat pembahasan anggaran tadi sangat terbatas.

”Tadi hadir itu Pak Sekda, Pak Opik BPKAD dan bagian anggaran,” ungkap Zul.

Di saat Pandemi Covid 19, kata Zul, lembaga DPRD melakukan rapat mengikuti protokoler covid 19 dan rapat ini sudah biasa dilakukan. “Namun kita melakukan physical distancing dan social distancing. Kemdian kegiatan ini merupakan agenda parsial DRPD,” ujarnya.

Zul mengatakan, anggota dewan mempertanyakan soal anggaran penanganan yang belum terserap hingga saat ini.

“Akibat adanya keluhan dan aspirasi dari petugas medis dan petugas lain, berada di posko chek point wilayah perbatasan. Tidak hanya itu, tidak adanya perangkat atau alat pelindung diri, juga dipertanyakan?” ujarnya.

Download Lagu MP3 Glenn Fredly - Sedih Tak Berujung, Lengkap Dengan Lirik, Unduh di Sini

Penderita Hipertensi Dianjurkan Konsumsi Makanan Ini, Ampuh Turunkan Tekanan Darah Tinggi Lho

PSBB di Jakarta Diberlakukan Besok, Motor Dilarang Bawa Penumpang, Mobil Cuma Setengah Kapasitas

Meski sudah ada instruksi dari Presiden RI No. 4 tentang refocusing di masa pandemi covid 19 sekarang, kata Zul, tidak menyurutkan pemda untuk memberikan laporan terhadap DPRD,”ungkapnya.

Sumber anggaran dalam penanganan pandemic covid 19 ini bersumber dari DID (Dana insentif daerah, red) BTT (Belanja tidak terduga, red) silpa.

“Eksekutif mengaku belum melakukan penyerapan anggaran penanganan pandemi covid 19. Alasan itu karena sulit dibelajankan, seperti mencari kebutuhan alat pelindung diri dan juga mungkin pabriknya memproduksi terbatas. Atas besarnya permintaan dari luar mana - mana,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved