Ratusan Warga Cirebon yang Ikut Rapid Test Covid-19 Sudah Mendaftar Melalui Aplikasi Pikobar

Rencananya sebanyak 260 warga Cirebon akan mengikuti rapid test tersebut hingga Kamis (9/4/2020).

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah warga saat mengikuti rapid test Covid-19 di Stadion Watubelah, Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (7/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Puluhan warga Kabupaten Cirebon mengikuti pemeriksaan rapid test Covid-19 di di Stadion Watubelah, Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (7/4/2020).

Rencananya sebanyak 260 warga akan mengikuti rapid test tersebut hingga Kamis (9/4/2020).

MANFAAT Madu Untuk Kesehatan, Mengobati Diabetes Hingga Atasi Jerawat, Tapi Perlu Perhatikan Hal Ini

Juru Bicara Pusat Informasi dan Data Covid-19 (Pusicov) Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, mengatakan, seluruh warga yang mengikuti rapid test tersebut telah mendaftarkan diri melalui aplikasi Pikobar.

"Pelaksanaannya tiga hari, nanti setiap harinya melayani 90 warga," kata Nanang Ruhyana kepada Tribuncirebon.com, Selasa (7/4/2020).

Gadis Ini Ditipu Teman Kencannya, Diajak Makan di Restoran Mahal Lalu Ditinggal, Rugi Jutaan Rupiah

Ia mengatakan, dari 90 warga yang dijadwalkan mengikuti rapid test pada hari ini, hanya 28 di antaranya yang hadir.

Pihaknya memastikan memastikan berdasarkan hasil rapid test tersebut 28 orang itu dinyatakan negatif Covid-19.

Menurut dia, sebanyak 260 alat rapid test bantuan dari Pemprov Jabar juga telah siap digunakan.

Nanang meminta 260 warga yang telah mendaftar melalui aplikasi Pikobar itu datang sesuai waktu yang telah ditentukan.

Masker Kain Bisa Cegah Penularan Covid-19, Begini Aturan Pasang dan Bukanya, Perhatikan Hal Ini

"Kalau masih ada sisa, alatnya akan digunakan untuk kebutuhan lainnya yang berhubungan dengan Covid-19," ujar Nanang Ruhyana.

Selain itu, ia juga menjelaskan dalam aplikasi Pikobar juga terdapat fitur pemeriksaan mandiri.

Melalui fitur tersebut, warga di Jawa Barat dapat memeriksakan diri dengan melaporkan gejala-gejala yang dialaminya.

Selanjutnya Pikobar yang menggunakan artificial intelligence akan memberikan diagnosis awal dan memberikan rekomendasi.

"Dari hasil itu ada rekomendasi, apakah harus mendapatkan penanganan dokter atau cukup beristirahat di rumah," kata Nanang Ruhyana.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved