Virus Corona di Indramayu

Ini yang Dilakukan Kemenag Indramayu Jika Ada CJH yang Terindikasi Virus Corona

Bilamana ada yang masuk kategori PDP, CJH itu masih diberi kesempatan untuk pengobatan hingga akhir batas kelompok terbang (kloter) Jabar berakhir.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Indramayu, Munir Huda, Kamis (21/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu akan merekayasa pemenuhan kuota calon jemaah haji (CJH) tahun 2020 untuk menyikapi terus merebaknya virus corona di Indonesia.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Indramayu, Munir Huda, mengatakan rekayasa itu akan dilakukan bilamana ada CJH yang terindikasi terpapar virus corona.

"Tapi sejauh ini, dari 1.773 jemaah di Indramayu belum ada calon yang terindikasi, baik pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pemantauan (ODP)," ujar Munir Huda kepada Tribuncirebon.com, Selasa (7/4/2020).

Dia menjelaskan, bilamana ada yang masuk kategori PDP, CJH itu masih diberi kesempatan untuk pengobatan hingga akhir batas kelompok terbang (kloter) Jawa Barat berakhir.

Atau dengan kata lain, slot kuota yang kosong tersebut sementara akan diisi oleh CJH dari kloter selanjutnya pada tahun yang sama.

"Misal, yang kosong di Kloter 83, dia akan ditunda dulu lalu maju jemaah dari Kloter 84. Jadi dioper," ujar dia.

Namun, jika hingga masa pemberangkatan kloter CJH Jawa Barat berakhir dan CJH yang bersangkutan tidak kunjung sembuh, maka terpaksa ditangguhkan untuk pemberangkatan di tahun depan.

 Puskesmas Garuda Siap Tangani Pasien Covid-19, Diapresiasi Wali Kota Oded

 Sepengopian Cirebon Semangati Petugas Medis yang Menangani Covid-19 dengan Kirimkan Kopi dan APD

"Yang kosong ini nanti ada kebijakan dari pusat, siapa yang mengisi. JJadi bukan dari kami regulasinya," kata Munir Huda.

Dalam hal ini, CJH yang terpaksa ditangguhkan tersebut tidak akan dibatalkan atau dikembalikan biaya pendaftarannya.

Yang bersangkutan akan tetap berangkat ke Tanah Suci dengan rombongan CJH pada tahun berikutnya.

"Hanya diganti jadwalnya," ucap dia. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved