Ini Alasan Pemkab Indramayu Siapkan Gedung Karantina Bagi Para ODP Covid-19

Pemda Kabupaten Indramayu akan menyiapkan Gedung Karantina untuk menampung masyarakat yang masuk kategori ODP Covid-19

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Gedung Karantina untuk ODP Covid-19 di STAI Sayid Sabiq Indramayu di Jalan Raya Panyindangan Wetan Indramayu, Senin (6/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU -  Banyaknya pemudik yang pulang ke Kabupaten Indramayu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut dalam waktu dekat Pemda Kabupaten Indramayu akan menyiapkan Gedung Karantina untuk menampung masyarakat yang masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.

RESEP Nenek Moyang Sembuhkan Keputihan, Gunakan Saja Daun Kemangi, Bikin Suami Lengket Kembali

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, Gedung Karantina tersebut akan dipusatkan di STAI Sayid Sabiq Indramayu di Jalan Raya Panyindangan Wetan Indramayu.

Ada sebanyak 160 tempat tidur atau bed yang akan disiapkan pemerintah termasuk fasilitas penunjang lainnya untuk digunakan para ODP selama menjalani masa karantina.

Kenali Perbedaan Gejala Corona dan Flu Biasa, Jangan Dulu Ketakutan Kalau Anda Saat Ini Sedang Batuk

"Pemerintah daerah berniat menyediakan tempat karantina dan alhamdulillah kami difasilitasi oleh STAI Sayid Sabiq di sini," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (6/4/2020).

Dijelaskan Deden Bonni Koswara, para pemudik ini kerap kali luput dalam pemantauan, termasuk pemudik yang datang dari daerah zona merah penyebaran virus corona, seperti Jakarta, Bandung, dan daerah zona merah lainnya.

Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Indramayu juga akan menjalin koordinasi dengan jajaran Polres Indramayu dan Kodim 0616/Indramayu untuk mendata setiap pemudik yang datang.

Tak Terlihat Sejak Subuh, Pak Cucu Seorang Penjual Bensin Eceran Ternyata Tewas Gantung Diri

Setibanya mereka di Kabupaten Indramayu, akan langsung dilakukan screening.

Bilamana pemudik yang bersangkutan masuk ke dalam kategori ODP akan langsung di karantina di gedung yang sudah disiapkan.

Sedangkan bila pemudik itu masuk ke dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.

Pemudik yang masuk kategori OTG pun akan dilakukan pemantauan oleh tim medis puskesmas terdekat secara berkala.

"Pemantauan tersebut akan dilakukan pada hari pertama, ketiga, ketujuh, dan keempat belas," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved