Virus Corona Mewabah

Berusaha Bunuh Virus Corona, Peneliti Prancis dan Australia Uji Coba Vaksin TBC

Untuk diketahui, Bacille Calmette-Guérin (BCG) adalah vaksin untuk tuberkulosis yang dibuat dari baksil tuberkulosis yang dilemahkan dengan dikulturka

Institut Kesehatan Nasional / AFP
Gambar ini diperoleh 12 Maret 2020, milik National Institutes of Health (NIH) / NIAD-RML menunjukkan gambar mikroskop elektron transmisi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS, karena partikel virus (benda bulat emas) muncul dari permukaan sel yang dikultur di lab, paku di tepi luar partikel virus memberi coronavirus nama mereka, seperti mahkota. 

TRIBUNCIREBON.COM - Sampai saat ini, ahli belum menemukan vaksin untuk membunuh virus corona.

Sejumlah ahli dari berbagai negara saat ini masih dalam tahap penelitian untuk membuat vaksin tersebut.

Di tengah upaya tersebut, sejumlah ahli juga sedang mempelajari potensi manfaat vaksin BCG.

Untuk diketahui, Bacille Calmette-Guérin (BCG) adalah vaksin untuk tuberkulosis yang dibuat dari baksil tuberkulosis yang dilemahkan dengan dikulturkan di medium buatan selama bertahun-tahun.

Vaksin BCG melindungi terhadap TB, penyakit menular yang paling umum menyerang paru-paru. Bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis adalah penyebab TB.

Vaksin BCG mengurangi kemungkinan bakteri menginfeksi seseorang. Ini juga mengurangi keparahan penyakit pada mereka yang terkena.

Vaksin BCG pertama kali tersedia pada tahun 1921, dan muncul pada Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

 Ini Peran FF hingga Jadi TSK Kasus Penyalahgunaan Bantuan Alsintan Kementan di Kabupaten Cirebon

BCG untuk Covid-19

Banyak laboratorium dan perusahaan farmasi berlomba untuk menemukan obat-obatan yang berfungsi mengatasi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 1,27 juta orang di dunia dan menewaskan sedikitnya 69.000 orang.

"Kami telah mengetahu selama beberapa dekade bahwa BCG memiliki efek menguntungkan. BCG mampu melindungi tubuh dari penyakit selain yang ditargetkan (TBC)," kata Camille Locht, dari lembaga penelitian kesehatan masyarakat Perancis, seperti dilansir AFP, Jumat (3/4/2020).

Halaman
123
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved