Virus Corona

Jawa Barat Butuh 300 Ribu Rapid Diagnostic Test Agar Bisa Memetakan Persebaran Covid-19 yang Akurat

Hal tersebut sesuai dengan arahan WHO untuk melakukan tes masif sebanyak-banyaknya kepada masyarakat.

Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melayani pertanyaan wartawan di Gedung Negara Pakuan Bandung, Senin (12/8). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Provinsi Jawa Barat membutuhkan alat tes Covid-19 seperti rapid diagnostic test (RDT) sampai 300 ribu unit untuk mengetahui peta persebaran Covid-19 di Jawa Barat secara lebih akurat.

Hal tersebut sesuai dengan arahan WHO untuk melakukan tes masif sebanyak-banyaknya kepada masyarakat.

Hal ini juga telah dilakukan Korea Selatan untuk memetakan persebaran orang yang terinfeksi Covid-19.

Namun karena jumlah alat terbatas di Indonesia, tes masif ini dilakukan secara bertahap.

“Jadi kita bagikan dulu semampu kita. Sudah ada 60 ribu alat tes dibagikan ke seluruh Jawa Barat, salah satu yang terbesar adalah Kota Bandung,” ujar gubernur yabg akrab disapa Emil ini di Bandung, Minggu (5/4).

Emil pun berharap peta sebaran Covid-19 dari hasil tes masif oleh Pemerintah Provinsi Jabar secara merata di seluruh kabupaten/kota dan bisa diketahui hasilnya seluruhnya maksimal dua pekan ke depan.

“Saya berharap tidak lebih dari 14 hari ke depan semuanya sudah selesai tes, sehingga kita bisa punya peta. Memang kita setiap hari menghadapi berita buruk, tapi harus dihadapi. Inilah kesiapan Jawa Barat. Semakin banyak tes, semakin kita bisa memetakan persebaran,” tutur Emil.

Siswi SMP Diperkosa & Dibunuh Secara Sadis oleh Oknum Pembina Pramuka, Ini Pengakuan & Kronologisnya

Jika Harus Pensiun, Robert Alberts Mengaku Ingin Pensiun di Persib Bandung, Ini Alasannya

Rapid tes ini, katanya, disebar terutama untuk memeriksa sejumlah klaster yang sempat menjadi tempat aktivitas pasien positif virus corona.

Seperti Musda Hipmi di Karawang, pertemuan keagamaan di Bogor dan Lembang, dan seminar ekonomi di Bogor.

Rapid test pun dilakukan kepada sejumlah lembaga pendidikan kenegaraan dan lokasi kasus lainnya yang sempat didatangi oleh pasien positif virus corona.

Rapid test pun dilakukan kepada warga yang pekerjaannya berisiko, seperti tenaga kesehatan, wartawan, hingga tokoh agama. (*)

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved