Breaking News:

Perjalanan KA Argo Cheribon Dibatalkan

PT KAI Daop 3 Cirebon Perpanjang Pengembalian Tiket Hingga Keberangkatan H+10 Lebaran

Presiden RI, Joko Widodo, mengimbau masyarakat tidak mudik pada Lebaran tahun ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.

TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah penumpang menunggu kedatangan kereta api di Hall Stasiun Cirebon, Jl Inspeksi, Kota Cirebon, Sabtu (7/12/2019). PT KAI Daop 3 Cirebon memastikan jajarannya siap melayani masyarakat selama masa libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Presiden RI, Joko Widodo, mengimbau masyarakat tidak mudik pada Lebaran tahun ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Karenanya, PT KAI Daop 3 Cirebon memperpanjang masa pengembalian bea tiket 100 persen hingga keberangkatan H+10 Lebaran atau tepatnya 4 Juni 2020.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, mengatakan, kebijakan tersebut diberlakukan untuk mendukung imbauan tidak mudik.

"Sebelumnya kebijakan pengembalian bea tiket 100 persen hanya untuk keberangkatan kereta api hingga 29 Mei 2020," ujar Luqman Arif melalui pesan singkatnya, Sabtu (4/4/2020).

Ia mengatakan, penumpang yang akan membatalkan tiket kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2020 bisa melalui aplikasi KAI Access atau di loket stasiun yang melayani pembatalan.

Sedikitnya ada 13 stasiun di wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon yang bisa melayani pembatalan tiket kereta api.

Di antaranya, Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Jatibarang, Stasiun Arjawinangun, Stasiun Haurgeulis, Stasiun Terisi, Stasiun Pegaden Baru, Stasiun Babakan, Stasiun Losari, Stasiun Tanjung, Stasiun Brebes, Stasiun Ciledug, dan Stasiun Ketanggungan.

Menurut Luqman, bea tiket yang dibatalkan akan dikembalikan melalui transfer bank maupun tunai dalam 30 - 45 hari kerja.

"Kami berharap kebijakan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat untuk menunda perjalanan mudiknya," kata Luqman Arif.

Pihaknya mengimbau agar para penumpang dapat menunda perjalanan mudik menggunakan moda transportasi kereta api sesuai arahan pemerintah.

Pasalnya, hal tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19 ke daerah asal.

Jika penumpang tetap memutuskan berangkat, maka harus mengikuti protokol pencegahan yang ditetapkan PT KAI.

Misalnya, tempat duduk yang tidak boleh berdekatan antarpenumpang, bahkan termasuk satu keluarga pun nantinya akan dipisahkan tempat duduknya satu sama lain.

"Kami hanya menjual 50 persen tiket dari kapasitas tempat duduk yang disediakan, tujuannya untuk menerapkan physical distancing di dalam kereta api," ujar Luqman Arif.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved