Seorang PDP di Kuningan Meninggal

PDP Covid-19 yang Meninggal di RSUD 45 Kuningan Dikenal Sebagai Pemuda yang Rajin di Perantauan

kematian almarhum tentu memberikan motivasi kepada warga untuk selalu waspada dan selalu melakukan pencegahan Covid -19.

ISTIMEWA
Ilustrasi penanganan pasien covid-19 di RS Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di RSUD 45 Kuningan merupakan warga Kecamatan Hantara. Dia dikenal sebagai sosok pemuda yang rajin dan semangat saat di daerah rantaunya.

“Kalau di Jakarta-nya, dia tukang isi ulang air yang biasa panggul,” ungkap tokoh masyarakat sekaligus perangkat desa setempat,  Sangir saat dihubungi wartawan, Sabtu (4/04/2020).

Korban PDP yang datang sepekan lalu, sebelumnya telah mendapat perawatan dan pengawasan. Terlebih di kampung halamannya telah terbentuk tim pencegahan penyebaran Covid -19.

“Di desa kami juga di lakukan karantina wilayah parsial, setiap orang baru pasti dicek kesehatan dulu,” ujar Sangir.

Sangir mengatakan, kematian almarhum tentu memberikan motivasi kepada warga untuk selalu waspada dan selalu melakukan pencegahan Covid -19.

“Salah satunya dalam melakukan pola hidup sehat dan bersih,” katanya. 

Mengenai prosesi pemakaman, kata dia, jenazah pasien memang dikebumikan dengan cara berbeda pada umumnya.

“Tadi hanya petugas dari rumah sakit dan beberapa orang dari keluarganya yang ikut pemakaman,"  ujarnya.

INI Panduan Mengklaim Gratis Listrik dan Token Listrik Daya 450 VA & 900 VA di Situs PLN

Nisfu Syaban Jatuh Pada 8 Hingga 9 April, Ini Amalan Terbaik untuk Mengisi Malam Nisfu Syaban

PDP covid-19 ini, kata Sangir, dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.”Tadi almarhum dimakamkan di TPU desa kami,” ungkapnya.

Masih kata Sangir, prosesi pemakaman di lakukan sejumlah perwakilan dari warga dan petugas rumah sakit. “Mereka menggunakan pakaian alat pelindung diri,” ungkapnya.

Dampak meninggalnya PDP asal Hantara, Sangir menjelaskan, ada beberapa warga yang juga keluarganya langsung mendapat pengawasan dan pemeriksaan dari petugas Gugus Percepatan Pencegahan Covid 19.

“Kan sewaktu hidup, almarhum itu melakukan kontak (hubungan, red) dengan oramg sekitar. Nah, tadi ada beberapa warga dan saudaranya, mendapat pengawasan dan pemeriksaan dari petugas tim medis,” ujarnya.

Sangir mengatakan, keluarga korban akan melakukan tahlilan dan mendoakan PDP ini dalam kondisi tetap harus menjaga jarak. “Kami tetap melakukan jaga jarak,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved