Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Berisiko Tertular Virus Corona, 5 Ribu Kiai dan Ustaz di Jawa Barat Bakal Diimbau Ikut Rapid Test

Berisiko tertular virus corona, Pemprov Jabar akan gelar rapid test untuk lima ribu kiai dan ustaz.

(Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus corona. 

TRIBUCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan rapid test Covid-19 terhadap 5.000 kiai, ulama, ustaz, atau ajengan.

Profesi sebagai pemuka agama yang kerap bersentuhan langsung dengan masyarakat, bahkan dengan para murid dan berada di lingkungan pesantren, dinilai memiliki risiko tinggi tertular Covid-19.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan rencana tersebut tercetus setelah melihat hasil rapid test di Jabar sepekan terakhir yang mencatat 667 orang terindikasi positif Covid-19, sebagian besar terjadi pada warga di kawasan pendidikan dan yang mengikuti dua kegiatan keagamaan. 

 "Artinya kelompok itu yang salah satu anggotanya kena, dimungkinkan cepat berkembangnya. Dengan kenyataan seperti itu, Pemprov Jabar akan melakukan tes terhadap 5.000 kiai, ajengan, ustaz, dan ajengan," kata Uu Ruzhanul Alim di Bandung, Sabtu (4/4/2020).

Menurut Uu, pemuka agama adalah kelompok masyarakat yang dikategorikan sering bertemu banyak orang.

Oleh karena itu, melakukan tes Covid-19 kepada para pemuka agama perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Jabar.

"Bahkan kalau kepada kiai, banyak yang bersalaman, dengan niat memberi penghormatan dan mendapatkan barokah," katanya. 

Apabila didapati kiai sebagai pimpinan pesantren terpapar Covid-19, katanya, seluruh aktivitas kiai tersebut harus ditindaklanjuti dan dilakukan rapid test di lingkungan pesantrennya.

"Kalau seorang kiai sebagai pimpinan pondok pesantren ada yang kena, berarti santrinya pun harus dites, sama seperti lembaga pendidikan," katanya.

Pemprov Jabar, katanya  masih berupaya mendata dan meyakinkan para kiai untuk mengikuti tes tersebut.

Sebab, katanya, ada beberapa yang enggan untuk dites dengan berbagai alasan. 

"Kami berusaha meyakinkan para kiai untuk bisa dan mau dites. Untuk memberikan keyakinan kepada dirinya dan masyarakat, apakah kena atau tidak," ucap Uu.

Untuk memperlancar rencana ini, kata Uu, Pemprov Jabar akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, mulai dari organisasi Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga Kementerian Agama. 

"Sekarang kami mendata dulu para kiai lewat ormas Islam, lewat Kemenag, lewat MUI. Mana yang kira-kira harus diperiksa. Bukan dilihat pesantren besar atau kecilnya ya. Tapi dilihat dari aktivitasnya," kata Uu. 

 Ayah Buta & Tetap Kerja, Anak yang Sudah Pemuda Tetap Meminta Uang, Tak Diberi Malah Bakar Rumah

 Waspada, Hujan Deras Disertai Petir Berpotensi Terjadi Siang Hingga Malam Nanti

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved