Virus Corona Mewabah

APD Minim, Tenaga Medis di Indramayu Terpaksa Pakai Helm Motor Saat Tangani Covid-19, 15 Jadi ODP

APD minim, tenaga medis di Indramayu pakai helm motor saat tangani pasien PDP Covid-19. Seorang jadi PDP.

TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Jumat (27/3/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Persoalan alat pelindung diri (APD) masih menjadi masalah bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menangani pasien Covid-19.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, mengatakan, tenaga medis yang menangani pasien dalam pengawasan (PDP) dugaan virus corona harus rela berjuang menggunakan APD seadanya.

Mereka mengenakan jas hujan, masker kain, bahkan mengenakan helm motor.

"Sampai sekarang masih pakai helm," ujarnya kepada Tribun seusai rapat koordinasi di Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Jumat (3/4/2020).

Kondisi tersebut sangat memprihatinkan terlebih para tenaga medis itu merupakan garda terdepan dalam melawan virus corona.

Para tenaga medis itu, kata Deden, tidak sedikit yang merasa ketakutan.

Ia pun mendorong pemerintah provinsi maupun Kementerian Kesehatan memberikan solusi pengadaan APD bagi para tenaga medis

"APD sangat urgen, kalau tidak ada APD untuk tenaga kesehatan yang langsung kontak dengan pasien mereka akan terpapar," ujarnya.

Daftar Harga HP Samsung Terbaru April 2020: Galaxy A01 Rp 1,4 Juta, Galaxy S20 Ultra Rp 18,4 Juta

Akibat Mewabahnya Virus Corona, Volume Kendaraan di Tol Cipali Menurun 40 Persen

BREAKING NEWS - Tertular Kakaknya, Adik Kandung Pelaut yang Datang dari Dubai, Dinyatakan Positif

Akibat minimnya APD, seorang tenaga medis di Indramayu ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dugaan virus corona atau Covid-19.

"Sudah ada teman kami di rumah sakit yang statusnya ODP," ujarnya.

Deden mengatakan, tenaga medis yang tumbang itu sekarang dirawat intensif di ruang isolasi RSUD Indramayu sejak sepekan lalu.

Sekarang keadaan perawat itu berangsur membaik. (handhika rahman)

 Berisiko Tertular Virus Corona, Pemprov Jabar Akan Gelar Rapid Test untuk Lima Ribu Kiai dan Ustaz

 Ayah Buta & Tetap Kerja, Anak yang Sudah Pemuda Tetap Meminta Uang, Tak Diberi Malah Bakar Rumah

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved