Virus Corona di Cirebon

Pertamina Tambah Pasokan Gas Melon di Wilayah Cirebon dan Indramayu

PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Jawa bagian Barat menambah pasokan gas melon atau gas elpiji 3 kilogram.

ISTIMEWA
Petugas saat merapikan gas melon di salah satu agen di wilayah Cirebon, Kamis (23/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Jawa bagian Barat menambah pasokan gas melon atau gas elpiji 3 kilogram.

Pasokan fakultatif itu rencananya didistribusikan secara berkala ke wilayah Cirebon dan Indramayu mulai hari ini hingga awal pekan depan.

Unit Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami, mengatakan, pasokan tambahan itu di luar pasokan reguler yang rutin dikirimkan.

"Kami memprediksi kenaikan kebutuhan LPG, sejalan dengan kebijakan Pemerintah agar masyarakat beraktivitas dari rumah," ujar Dewi Sri Utami melalui keterangan tertulisnya, Jumat (3/4/2020).

Ia mengatakan, masyarakat yang beraktifitas dari rumah karena kebijakan physical distancing itu diprediksi turut meningkatkan aktivitas memasak sehingga kebutuhan gas melon pun meningkat.

Namun di sisi lain, warung makan yang selama ini banyak menggunakan gas melon mengalami penurunan konsumsi sehingga turut mengurangi kebutuhannya.

Selain itu, Dewi menegaskan, masyarakat dapat membeli gas melon dengan mudah di pangkalan elpiji resmi Pertamina.

"Totalnya ada 3.386 pangkalan, 64 agen LPG subsidi resmi Pertamina di wilayah Cirebon dan Indramayu yang tersebar hingga ke desa-desa," kata Dewi Sri Utami.

Ia mengatakan, membeli gas melon di pangkalan resmi Pertamina masyarakat akan memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) berdasar SK Bupati, yakni Rp 16 ribu pertabung.

Elpiji tiga kilogram merupakan LPG subsidi yang peruntukannya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 104/2007 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 21/2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga.

Pada aturan tersebut, disebutkan bahwa alokasinya hanya ditujukan bagi rumah tangga pra sejahtera, yakni yang memiliki penghasilan di bawah Rp1,5 juta per bulan, serta kegiatan usaha kecil dan mikro.

"Kami juga mendorong agar masyarakat sejahtera menggunakan elpiji nonsubsidi, misalnya elpiji 5,5 kilogram dan 12 kilogram," ujar Dewi Sri Utami.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved