Breaking News:

Virus Corona di Cianjur

Warga Cianjur Ini Nekat Pulang Setelah Dinyatakan Positif Covid-19, Dinkes Langsung Jemput Paksa

Pasien tersebut memiliki riwayat sakit lumpuh dan TBC. Yang bersangkutan sudah pernah dirawat di salah satu RS di Bandung

Editor: Machmud Mubarok
(KOMPAS.com/IMAM ROSIDIN)
Ilustrasi - Tim medis RSUP Sanglah dalam simulasi penanganan pasien terjangkit virus corona di Ruang Isolasi Nusa Indah, Rabu (12/2/2020). 

 Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Warga Cianjur dikagetkan dengan seorang pasien suspect covid 19, asal Kecamatan Sukaresmi, yang meminta pulang paksa dari Rumah Sakit Darmais, Jakarta.

Satgas Rescue Covid 19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan bahwa nyonya S sudah positif berdasarkan pemeriksaan rapid test.

"Kalau yang positif berdasarkan hasil pemeriksaan VCR itu belum ada, hanya saja semalam saya mendapat informasi dari Rumah Sakit Darmais ada pasien nyonya, S asal Kecamatan Sukaresmi, yang dinyatakan positif hasil rapid test," kata Yusman, di Cianjur Kamis (2/4/2020)

Yusman mengatakan pasien tersdbut meminta pulang paksa dari rumah sakit dan berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, nyonya S sudah lama mengalami sakit.

"Saat mendapat kabar dari rumah sakit Darmais, kami langsung bergerak untuk meminta keterangan lebih lanjut," ujarnya.

Yusman mengatakan, sebelum pihak Satgas Rescue Covid 19, Kabupaten Cianjur melarang pasien pulang ke rumah, pasien sudah terlebih dahulu pulang ke rumahnya.

"Nyonya S sudah sampai di rumahnya, sekitar pukul 5 sore kemarin. saya langsung telpon kepala puskesmas," kata Yusman.

Pasutri Bawa Sekeresek Uang untuk Beli Avanza Malah Ketipu, Uang Rp 143 Juta Raib, Mobil Tak Datang

INILAH Doa Terbebas dari Utang, Cobain Baca Doa Ini, Mudah-mudahan Allah SWT Permudah untuk Melunasi

Yuk Baca Doa Tolak Bala, Mohon Pertolongan Allah SWT Agar Terhindar dari Musibah, Lengkap Terjemahan

Yusman mengatakan, nyonya S, sudah dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur, untuk ditempatkan di ruang isolasi dan dilakukan pemantauan.

"Berdasarkan pengakuan dari pihak keluarga, kondisinya lemah, sebetulnya kalau menurut protap bisa diisolasi di rumah, hanya saja dengan adanya keterangan kondisi yang sangat lemah, takut kalau nyonya S itu meninggal," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved