Breaking News:

Virus Corona Indramayu

Pelaksanaan Akad Nikah di Indramayu Dikawal Anggota Polisi, TNI, Hingga Pemerintahan Desa

Diakui dirinya, masyarakat pasti menginginkan pernikahan yang sakral dengan turut mengundang banyak pihak.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Indramayu, Slamet Edi, Kamis (2/4/2020) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pelaksanaan prosesi akad nikah di Kabupaten Indramayu akan dikawal oleh anggota polisi, TNI, serta unsur pemerintah kecamatan hingga tingkat desa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu Sofandi kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di Kantor Kemenag setempat, Kamis (2/4/2020).

Sofandi mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi terkait tata cara pelaksanaan akad nikah di tengah-tengah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Kemenag Indramayu Terapkan Protokol Layanan Nikah Baru Selama Covid-19 Merebak, Warga Harap Bersabar

Dikenal Sebagai Obat Tradisional, Daun Kelor Banyak Manfaatnya, Bisa untuk Turunkan Kolesterol

Upaya ini sekaligus langkah Kemenag Kabupaten Indramayu guna mengantisipasi bilamana terjadi hal-hal diluar dugaan dan memicu adanya keributan.

"Untuk akad nikah kita dibatasi hanya 10 orang saja, sisanya menunggu di luar tidak boleh masuk dan tidak boleh adanya repsesi, itu sudah sesuai regulasi," ujar dia.

"Makanya kita berkoordinasikan, nanti dengan ada anggota polsek dan juga babinsa bisa jadi garda terdepan (menghalau masyarakat yang tidak menerima) karena orang KUA kita riskan sekali," lanjut Sofandi.

Diakui dirinya, masyarakat pasti menginginkan pernikahan yang sakral dengan turut mengundang banyak pihak.

Tips Bagi Para Orangtua Agar Anak Betah di Rumah Saat Pandemi Covid-19, Lakukan Kegiatan Ini

Mulai Besok, Masjid di Kota Cirebon Diimbau Tidak Selenggarakan Dulu Salat Jumat

Namun, karena kondisi sekarang ini seiring terus merebaknya penyebaran virus corona sangat tidak memungkinkan menggelar kegiatan yang melibatkan orang banyak tersebut.

"Masyarakat ingin pernikahan yang sakral, disaksikan orang banyak, tapi berhubung adanya virus corona ini tidak boleh, tapi alhamdulillah sejauh ini masyarakat mau mengikuti aturan pemerintah," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved