Jadi Wilayah yang Dikarantina Lokal, Desa Sukasenang Garut Prediksi Bakal Kedatangan 600 Pemudik

Kecamatan Banyuresmi jadi salah satu dari lima wilayah di Garut yang dikarantina lokal setelah ada kasus pertama Covid-19

IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Kecamatan Banyuresmi jadi salah satu dari lima wilayah di Garut yang dikarantina lokal setelah ada kasus pertama Covid-19. Apalagi wilayah Banyuresmi jadi sentra tukang cukur.

Kepala Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi, Iwan Ridwan, menyebut jika di wilayahnya ada sekitar seribuan orang yang merantau ke Jabodetabek dan Bandung.

Selama tiga pekan ini, sudah ada 400 orang yang memilih pulang atau mudik.

Lowongan Kerja BUMN di PT Pertamina Bina Medika untuk Tenaga Medis, Harus Mau Layani Pasien Corona

"Kami prediksi ada 600 lagi yang akan pulang. Apalagi di tempat perantauan tidak bisa kerja. Jadi mereka pilih pulang kampung," ucap Iwan, Rabu (1/4/2020).

Mereka yang merantau, disebut Iwan tak hanya berprofesi sebagai tukang cukur.

Ada juga yang bekerja di pabrik. Dari laporan yang diterimanya, para perantau itu akan kembali pulang beberapa pekan ke depan.

"Kami sudah kasih pemberitahuan. Setiap orang yang datang dari luar kota, harus melapor. Serta memeriksakan diri ke Puskesmas. Apalagi jika ada gejala sakit," katanya.

Nafa Urbach Sentil Syekh Puji yang Lagi-lagi Kawin dengan Anak Kecil, Terucap Kalimat Seperti Ini

Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona, Iwan mengaku telah melakukan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan dilakukan di 16 RW dan 59 RT.

"Selama tujuh hari kami lakukan penyemprotan. Mulai dari sekolah, masjid, dan fasilitas umum lainnya. Warga juga sudah diingatkan untuk diam di rumah sementara waktu," ucapnya.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved