Breaking News:

Yuk Ikuti Tuntunan Ibadah di Bulan Ramadan dari PP Muhammadiyah Seiring sedang Adanya Wabah Corona

Menjelang bulan suci ramadan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran tentang tuntunan ibadah dalam kondisi darurat Covid-19.

Istimewa
Gambar mikroskop elektron transmisi menunjukkan virus corona SARS-CoV-2, juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus coronavirus yang menyebabkan COVID-19 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Menjelang bulan suci ramadan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran tentang tuntunan ibadah dalam kondisi darurat Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut, terdapat sejumlah poin tentang bagaimana pelaksanaan ibadah di bulan ramadan seperti puasa, salat tarawih, itikaf dan kegiatan berjamaah lainnya termasuk salat idulfitri.

Sekretaris pengurus wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Jamjam Erawan mengatakan surat edaran tentang tuntunan ibadah itu sudah disampaikan hingga ke tingkat pengurus cabang di wilayah Jawa Barat.

"Kami juga sudah membuat edaran kepada masjid-masjid besar dan masjid tansit yang memang jemaahnya banyak datang (transit) dan tidak kenal dari mana, untuk tidak menggelar salat tarawih selama bahaya Covid-19," ujar Jamjam, saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).

 UPDATE VIRUS CORONA DI JABAR SELASA, Meninggal Bertambah Jadi 21 Orang, Total Kasus Virus Corona 198

Jamjam menegaskan, semua aktivitas ibadah selama ramadan tetap dapat dilakukan namun tidak di masjid atau tempat yang dapat mengundang banyak orang.

"Ibadah tetap dilakukan, hanya tidak dalam kerumunan, tarawih bisa di rumah masing-masing, saum tidak harus banyak kegiatan berkurumun, termasuk salat Idulfitri yang akan memobilisasi massa, lebih baik tidak dilakukan," katanya.

Semua keputusan itu, kata Jamjam, diambil pengurus Muhammadiyah berdasarkan pada dalil-dalil Al-Quran dan As-Sunah. Sebab, kata dia, agama tidak memberatkan dan banyak memberikan alternatif.

"Jadi karena ini (sebaran virus Covid-19) sangat membahayakan maka Muhammadiyah memandang harus menghindari itu, berdasarkan pada dalil-dalil, Covid-19 ini merupakan salah satu ujian bagi kita semua dan agama itu tidak memberatkan dalam urusan beribadah, agama memberikan banyak alternatif," ucapnya.

 Dana Desa di Bandung Barat Sudah Bisa Dipakai untuk Pencegahan dan Penanggulangan Virus Corona

Jamjam menambahkan, meski tidak dianjurkan untuk beribadah di masjid, namun Ia meminta marbut untuk tetap mengidupkan masjid.

"Kumandang azan tetap harus dilakukan, masjid jangan sampai sepi sama sekali, tapi tetap harus dibatasi untuk menghidupkan masjid," katanya.

Sementara itu, dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, belum mengeluarkan surat edaran resmi terkait ibadah selama ramadan.

Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar mengaku masih menunggu arahan dari pengurus pusat.

"Kita sedang menunggu arahan dari pusat, mudah-mudahan besok atau lusa keluar," ujar Rafani.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved