VIDEO - PAM Kuningan Sebar Puluhan Wastafel Portabel di Tempat Umum, Dibuat Sendiri di Bengkel PAM

penyediaan wastafel portabel ini bukan dari pengadaan barang melalui pihak ketiga, namun pengadaan langsung dikerjakan di belakang kantor.

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sedikitnya 50 Wastafel Portabel dipasang di sejumlah titik strategis di kawasan Kuningan kota. Hal itu dilakukan manajamen PAM Tirta Kamuning dalam mendukung pemerintah untuk pencegahan penyebaran virus corona saat ini.

"Baru sekitar tiga puluhan wastafel portabel yang kami pasang di tempat atau fasilitas umum," ungkap Dirut PAM Tirta Kamuning Kuningan, H. Deni Erlanda saat ditemui di kantornya, Selasa, (31/03/2020).

Menurut Deni Erlanda, wastafel portabel disediakan terutama di posko check point yang berada di kawasan perbatasan.

"Namun tidak menutup kemungkinan, kita juga menyediakan di tempat ramai, seperti Pasar Langlang Buana, lingkungan sekretariat daerah. Terus ada yang di halaman gedung dewan dan di tempat lainnya," kata Deni. 

Deni menyampaikan, penyediaan wastafel portabel ini bukan dari pengadaan barang melalui pihak ketiga, namun pengadaan langsung dikerjakan di belakang kantor.

"Di sini kita punya tim teknis yang mahir dalam pembuatan tempat cuci tangan tadi," ujar Deni seraya memperlihatkan sejumlah tenaga ahli saat melakukan pematrian dudukan wastafel portabel.

Ika Kebelet Melahirkan di Tepi Jalan, Anggota Polisi Ciawi Ini Pun Terpaksa Jadi Bidan Dadakan

Jenazah Pemuda dari Jakarta Terkatung-katung di Depan Puskesmas Tamansari, Petugas Khawatir Corona

Karantina Wilayah Parsial Berdampak Pada Omzet, Puluhan Karyawan RM Sea Food Menangis Dirumahkan

Dia menyebutkan, pembuatan wastafel ini tidak memakan banyak waktu. Namun kualitas dari produksi ini, lanjut Deni memiliki standar kelayakan dalam penggunaannya. 

Untuk mendapat tampilan bagus dan berkualitas, kata Deni, tidak lepas dari anggaran yang dikeluarkan melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR).

"Semua bahan baku untuk buat wastafel ini, beli dan mudah didapat, seperti besi, buleng (wadah air, red) dan wastafel pelat itu sendiri," ujarnya.

Soal anggaran per unitnya, kata Deni, tidak lebih dari biaya sebesar Rp. 500 ribu. "Biaya itu belum ongkos tukang dan biaya operasional dalam mendistribusikan ke setiap lokasi yang telah ditentukan," ujarnya.

Pantauan di bengkel pembuatan wastafel portabel di kawasan kantor PAM Kuningan ini, Deni turun langsung memberikan perhatian kepada pekerja. "Ayo kerja semangat, nanti saya kasih bonus," kata Deni kepada karyawannya yang biasa dinas di Kantor Cabang Pembantu Pelayanan PAM Kecamatan Ciniru.

Deni berencana menambahkan kuota wastafel portabel. Pasalnya, tingkat kebutuhan dalam membiasakan hidup sehat dengan cuci tangan sangat tinggi saat ini.

"Ini juga salah satu upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Karena itu "wastafel portabel ini, saya sediakan di titik yang terpasang secara gratis," ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved